:
:
News
Ini 9 Prinsip Piagam Baru untuk Wujudkan Perdamaian dan Kebebasan Beragama

gomuslim.co.id - Para pemimpin dan cendekiawan agama mendeklarasikan 'Piagam Aliansi Kebajikan Baru'. Deklarasi yang disampaikan dalam Majelis Tahunan Keenam Forum Promosi Perdamaian Masyarakat Muslim di Abu Dhabi ini disebut-sebut sebagai perayaan bersejarah dalam keanekaragaman dan dokumen hidup.

Para pemimpin dari tiga kelompok agama besar kepercayaan Abraham dan yang lainnya berharap Piagam tersebut akan menemukan tingkat penerimaan yang sama dari masyarakat luas seperti Deklarasi Marrakesh 2016.

Sekretaris Jenderal Emeritus, Religions for Peace International, AS, Dr William Vendley yang memperkenalkan Piagam tersebut mengatakan bahwa itu akan menjadi "kerja seumur hidup" bagi semua pemimpin untuk menerapkan prinsip-prinsipnya.

Piagam yang digagas para pemimpin agama ini dibangun atas sembilan prinsip. Prinsip tersebut di antaranya martabat manusia, kebebasan hati nurani dan agama atau kepercayaan, toleransi, keadilan, perdamaian, belas kasihan, kebaikan, menepati perjanjian dan solidaritas.

Mufti Mesir, Dr Shawki Allam, menyebut penandatanganan Piagam ini merupakan peristiwa ‘bersejarah’. "Apa pun yang mencapai perdamaian dan kemakmuran di dunia selalu termotivasi oleh agama. Saat ini, umat manusia membutuhkan kita untuk berjuang bersama demi keadilan. Ini adalah momen penting dalam sejarah manusia," katanya seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times, Rabu, (11/12/2019).

Uskup Agung Keuskupan Abuja, Nigeria, Kardinal John Onaiyekan, mengatakan Piagam itu merupakan kesempatan untuk mencapai perdamaian dan mengakhiri perpecahan. "Perubahan radikal diperlukan jika kita ingin bertahan hidup," katanya.

Sementara itu, Direktur Internasional Hubungan Antar Agama AJC, Inggris, Rabi David Rosen merasa ‘terbebaskan’ untuk menemukan pertemuan para pemimpin Muslim dan Kristen yang menunjukkan keinginan tulus untuk saling mengenal.

"Piagam tersebut mencerminkan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat. Itu mencerminkan sesuatu yang mendalam yang telah terjadi. Kami tidak di sini karena kami tidak punya pilihan tetapi karena kami memilih untuk saling menghormati," ungkapnya.

 

Baca juga:

Forum Tahunan UEA: Toleransi Satu-satunya Cara Menuju Perdamaian

 

Mantan Mufti Agung Bosnia, Syekh Mustafa Ceric, mengatakan niat Piagam itu sederhana yaitu 'perdamaian dan keamanan' di dunia. "Kita harus menghafal Piagam ini seperti halnya kita melakukan Hadits dan Alkitab. Kita harus berbicara tentang keragaman tetapi ingat bahwa umat manusia itu satu," tuturnya.

'Perlu Komitmen Baru'

Imam Eksekutif Masyarakat Muslim Wilayah Dulles, AS, Imam Mohamed Magid, mengatakan Piagam itu akan membantu Muslim Amerika untuk membangun hubungan dengan sesama warga negara berdasarkan sembilan prinsip. Dia mengatakan Piagam baru akan membutuhkan "komitmen baru" dari orang-orang untuk meningkatkan dan mengubah lingkungan mereka.

Magid teringat bahwa Muslim Amerika telah "merayakan" Deklarasi Marrakesh seperti yang diterima secara luas dan berharap Piagam itu akan menemukan pengakuan yang sama dengan pikiran terbuka.

Direktur Sekretariat Jaringan untuk Perdamaian Tradisional, AS, Dr Mohamed Elsanousi, sangat mengharapkan adanya Piagam tersebut karena Piagam ini bersifat "inklusif". Menurutnya, jalan untuk Deklarasi Marrakesh 2016 saja tidak mudah. Tetapi itu membangun fondasi untuk Aliansi Kebajikan Baru.

“Dunia menghadapi banyak masalah, seperti kekerasan, kemiskinan, kurangnya pendidikan dan kurangnya kebebasan beragama. Kami melihat Aliansi Baru Kebajikan sebagai dokumen untuk membantu berkontribusi untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.

Direktur Eksekutif Religious Freedom Institute, AS, Dr Kent Hill, menyampaikan piagam itu harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. "Kecuali kita tidak mewujudkan prinsip-prinsip Piagam dalam kurikulum dan media sosial, itu hanya akan mengumpulkan debu. Kita harus mengubah kata-kata menjadi kenyataan yang berubah," ucapnya.

Bhai Sahib Bhai Mohinder Singh Ahluwalia, seorang pemimpin Sikh dan ketua Kelompok Organisasi Amal Nishkam, mengatakan piagam ini akan membuka jalan bagi solidaritas agama dan pembangunan perdamaian. “Ini juga bertindak sebagai katalis untuk gerakan antaragama global," tutupnya. (jms/khaleejtimes)

 

 

Baca juga:

Dewan Muslim di Yordania Terbitkan Buku Anak Tentang Nilai Perdamaian

Responsive image
Other Article
Responsive image