:
:
News
Muslim Selandia Baru Dirikan Organisasi HAM untuk Cegah Islamophobia

gomuslim.co.id - Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) untuk menangkal Islamofobia yang berbasis di Selandia Baru diluncurkan. Foundation Against Islamophobia and Racism (FAIR) adalah organisasi advokasi hak asasi manusia Muslim independen. Salah satu proyek utama FAIR adalah menyediakan portal Report Islamophobia (http://report.islamophobia.) Di mana para korban dapat melaporkan insiden islamophopia.

Dilansir dari Scoop, Jumat, (22/11/2019), juru bicara FAIR, Azad Khan mengatakan tujuan dari organisasi ini adalah untuk menawarkan platform yang kuat dan aman di mana para korban dan saksi dapat berbagi informasi dengan kami secara rahasia. Korban, kata dia, memiliki pilihan untuk mendaftarkan insiden untuk tujuan pelaporan atau meminta para pengurus untuk membantu lebih lanjut.

Semua informasi akan dijaga kerahasiaannya dan bersifat pribadi dan tidak akan dibagikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan terlebih dahulu," katanya.

 

Baca juga:

Pemerintah Selandia Baru Ajak Masyarakat Buat Lukisan Mural Berisi Pesan Cinta Islam

 

Menurutnya, organisasi itu ada untuk mengadvokasi hak-hak asasi manusia Muslim dan untuk memerangi munculnya kegiatan ekstrem kanan yang keras dan Islamophobia di Selandia Baru. Kami juga akan mengadakan lokakarya pendidikan masyarakat tentang Islamophobia dan rasisme.

Presiden Asosiasi Muslim Selandia Baru (NZMA) Ikhlaq Kashkari mengatakan ini adalah proyek penting dan langkah ke arah yang benar untuk mengekspos dan memerangi Islamofobia di Selandia Baru. NZMA mendukung penuh inisiatif ini. Data yang lebih baik adalah kunci untuk memahami dan memberantas Islamophobia.

“Pasca 15 Maret, masih ada insiden Islamofobia dan kejahatan rasial. Banyak dari insiden ini tidak dilaporkan karena alasan termasuk ketakutan, reaksi masyarakat, balas dendam, stigmatisasi dan kurangnya kepercayaan pada pihak berwenang untuk mengambil tindakan yang tepat dan segera”.

Ia menambahkan saat ini, tidak ada daftar kejahatan rasial dan insiden Islamofobia dan akibatnya, tidak ada data untuk menganalisis dan menyusun strategi tentang bagaimana memerangi insiden tersebut. Ke depan, kami berharap dapat bekerja sama dengan para peneliti, organisasi masyarakat dan lembaga pemerintah untuk secara kolektif menciptakan masyarakat yang aman dan toleran.

Dr Arama Rata, Akademisi Universitas Waikato, menilai bahwa pemerintah telah gagal dalam tugasnya untuk melindungi komunitas Muslim dan komunitas kulit berwarna lainnya dari kejahatan rasial. Secara sistematis lalainya mengumpulkan data atas kejahatan rasial adalah tindakan yang perlu disoroti.

"Kita dorong untuk mengetahui data ini. Karena data mengenai kejahatan rasial ini penting dan mendesak untuk diadakan," ujarnya. (waf/scoop/dbs)

 

 

Baca juga:

Imam Muslim Asal Indonesia Ini Gelar Event Edukasi Islam untuk Warga Selandia Baru

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store