:
:
News
Muslimah Inggris Ini Berjuang Hadapi Tantangan Dunia Sepakbola 

gomuslim.co.id – Ruang aktivitas seorang muslimah kini semakin terbuka. Salah satunya seperti Iqra Ismail, hijaber asal Somalia yang menekuni bidang olahraga sepakbola. Melalui hijab yang dipakainya, Iqra berdakwah mengenalkan Islam kepada masyarakat.

Bagi Iqra Ismail, bermain sepak bola bukan hanya olahraga yang ia sukai dan ingin ia praktikkan. Itu adalah tantangan yang harus dia atasi pada usia yang sangat muda.

Saat berusia 14 tahun, gadis yang tinggal di Inggris ini mendapat kit pertamanya. Dia menarik pelatihnya ke satu sisi mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa memakai celana pendek. "Oh, maafkan saya. Saya belum pernah memiliki pemain Muslim di tim saya sebelumnya," jawab pelatih yang sedikit panik.

Ketika rekan setimnya bertanya apakah dia tidak panas' ketika mengenakan hijab. Iqra menjelaskan bahwa berhijab merupakan perintah agama yang dianutnya. Begitu pun ketika dia sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, teman-temannya selalu bertanya tentang apa yang dilakukannya.

Hal tersebut bukan satu-satunya pertempuran yang harus dilaluinya dalam saat bermain sepakbola. Sebuah klub di mana ia ingin coba bergabung menolaknya selama empat tahun berturut-turut.

Sementara kepindahannya ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan klub yang menerimanya ditolak oleh ibunya karena dianggap sentimen anti-Muslim. Itu terjadi saat Donald Trump terpilih sebagai presiden.

"Itu menghancurkan saya pada usia muda. Sepak bola wanita belum cukup di negara ini dan pada saat itu, Amerika adalah tempat impian untuk mencapai karir saya," ujarnya seperti dilansir dari publikasi The Telegraph, Kamis, (21/11/2019).

Meskipun kurangnya pemahaman masyarakat tentang Islam telah membayangi Iqra sepanjang waktunya bermain sepak bola, tapi dia tidak menyerah pada hasratnya untuk bermain.

 

Baca juga:

Inilah Sosok Muslimah Asal Somalia yang Jadi Model Hijab Pertama Burberry

 

“Saya benar-benar bertahan untuk sampai pada titik ini. Jika Anda membiarkan sesuatu mengalahkan Anda, dunia masih akan terus berputar. Terserah Anda untuk mengangkat diri sendiri dan terus mendorong apa yang Anda inginkan karena tidak ada orang lain yang akan mendapatkannya untuk Anda,” ungkapnya.

Iqra menyebut bahwa dirinya mulai bermain sepakbola saat di sekolah dasar karena menentang. “Saya pikir saya diberi tahu bahwa anak perempuan tidak bisa bermain dan saya berkata: 'Baiklah, kalau begitu saya akan bermain," tuturnya.

Merasa muak karena dia tidak masuk ke dalam semua tim di mana dia bergabung, Iqra bermimpi suatu hari dirinya bisa menciptakan ruang agar wanita seperti dia akan merasa diterima.

Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, ia mendirikan NUR Football Club. Sekitar 15 orang datang ke sesi pertama pada akhir Juni; pada minggu keempat, jumlah itu hampir tiga kali lipat.

“Itu nyata. Agar orang-orang mendatangi saya dan berkata: 'Ini yang saya cari'. Saya melihat diri saya di setiap pemain, mereka mendapatkan dorongan itu, kemauan itu, mereka akhirnya menemukan rumah itu," ujarnya.

Rimla Akhtar, Ketua Yayasan Olahraga Wanita Muslim yang juga duduk di Dewan FA, telah mengungkapkan bahwa semakin banyak Muslim Inggris yang bergabung dengan olahraga sepak bola berkat meningkatnya pemain sepak bola panutan Muslim seperti Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Model peran Muslim Inggris termasuk anggota parlemen London Sadiq Khan, atlet Mo Farah, pemain sepak bola Mo Saleh, dan bintang TV British Bake Off TV Nadiya Hussain. (jms/the telegraph/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Film Dokumenter Ini Akan Bercerita Tentang Prestasi Atlet Berkuda Berhijab Pertama di Inggris

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store