:
:
News
DPRK Banda Aceh Minta Pemerintah Susun Roadmap Perkembangan Wisata Halal

gomuslim.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kota Banda Aceh meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mempersiapkan dan menyusun roadmap perkembangan dan pencapaian wisata halal. Diketahui, Aceh akan menjadi pusat pengembangan wisata halal Indonesia.

Wakil Anggota Dewan Banda Aceh, Isnaini Husda mengatakan, untuk mewujudkan Banca Aceh menjadi Kota Gemilang dalam Bingkai Syariah, maka, Pemerintah harus melanjutkan kebijakan mendukung wisata halal sebagai salah satu ciri khas dan strategi pengembangan daerah.

"Untuk itu, perlu adanya raodmap khusus yang mengatur tentang ini untuk menjelaskan ukuran dan capaian pembangunan bersyariah, salah satu dibidang pengembangan wisata halal terutama terkait dengan makanan halalan thayyiban di Banda Aceh," kata Isnaini Husda di Banda Aceh, Senin (11/11/2019).

Ia juga menjelaskan, Banda Aceh sebagai salah satu kota yang bersyariat, konsep wisata halal ini juga banyak dipengaruhi oleh sejumlah praktek yang telah ada selama ini, seperti memberikan sertifikat halal pada produk-produk yang dipasarkan kepada masyarakat sebagai pembeda dengan produk lainnya.

 

Baca juga:

Wakil Rakyat Aceh Ini Minta Kemenparekraf Jadikan Aceh sebagai Pusat Wisata Halal

 

"Informasi yang kami dapatkan, Dinas Syariat Islam sedang melakukan survey pengamalan syariat Islam sejak tahun 2018 dan 2019 sebagaimana tertuang dalam RPJM. Apa program dari hasil tersebut? Jangan survey-survey saja tapi tidak ada follow up," ungkap Isnaini.

Katanya, ini baru mencakup satu aspek dalam hal pengamalan syariah Islam, begitu juga dengan aspek-aspek yang lainnya, seperti kebebasan pasar dan kekuatan ekonomi, tata kelola pemerintahan dan peran hukum, masyarakat dengan kemanusiaan, hak-hak sipil, dan keadilan, dan hubungan yang baik dan kontribusi yang berarti bagi komunitas global.

"Hal ini perlu juga dibuat roadmap khusu supaya nantinya pemerintah dapat dengan mudah melakukan evaluasi, melihat sejauh mana capaian-capaian dalam penerapan syariah itu sendiri," jelas politisi Demokrat ini.

Selain itu, kata dia, tren wisata halal ini juga melekat pada produk kuliner yang menjadi komoditi andalan pariwisata, sehingga ini penting diperhatikan sejauh mana komoditi tersebut dapat dihandalkan, dalam penerapan wisata halal.

"Begitu juga makanan halal tidak hanya bahan bakunya yang halal tapi cara pengolahan atau produksinya juga harus memenuhi unsur halalan thaiban," pungkasnya. (hmz/dbs/gatra)

 

 

Baca juga:

Ketua DPRK Banda Aceh: Provinsi Aceh Butuh Qanun Wisata Halal

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store