:
:
News
Begini Cara Muslim Tiongkok Peringati Maulid Nabi Muhammad

gomuslim.co.idRabiul Awwal menjadi bulan istimewa bagi umat Islam. Karena pada bulan tersebut—tepatnya 12 Rabiul Awwal- Nabi Muhammad dilahirkan di dunia ini. Setiap tahunnya, umat Islam di seluruh penjuru dunia merayakan hari kelahiran (Maulid) Nabi dengan berbagai macam cara. Tak terkecuali umat Muslim di Tiongkok. 

Dilansir kantor berita Chinanews pada Ahad, (10/11/2019), Ratusan Muslim Tiongkok dari etnis Hui berkumpul di Masjid Nandouya, Beijing untuk memperingati Maulid Nabi yang jatuh pada hari ini. Mereka mengisi perayaan Maulid Nabi dengan membaca Alquran dan berdoa bersama.

Kemudian mereka makan bersama di sebuah ruang serba guna yang masih dalam area masjid. Berbagai macam makanan dihidangkan. Mulai dari nasi putih, roti goreng, nugget, sup ayam, sup daging sapi, bakso sapi, hingga bakso daging sapi goreng. Acara santap bersama tersebut dimulai sejak pukul 09.00 waktu setempat atau 08. 00 WIB.

Imam Masjid Nandouya, Zhao Yong Qiang (50) menjelaskan, perayaan Maulid Nabi di masjid yang telah berusia 200 tahun tersebut rutin digelar setiap tahun. Dikatakan, acara Maulid Nabi di masjid tersebut banyak dihadiri umat Muslim di Tiongkok.

 

Baca juga:

Begini Cara Umat Muslim Dunia Rayakan Maulid Nabi Muhammad

 

“Suasananya selalu ramai seperti ini,” kata Qiang.

Untuk diketahui, perayaan Maulid Nabi sudah dilakukan oleh masyarakat Muslim sejak tahun kedua hijriah. Ketika itu, seorang bernama Khaizuran (170 H/786 M) yang merupakan ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi. 

Khaizuran kemudian menyambangi Makkah dan menyampaikan perintah yang sama kepada penduduk setempat. Jika di Madinah bertempat di masjid, Khaizuran memerintahkan kepada penduduk Makkah untuk merayakan Maulid di rumah-rumah mereka.

Di Indonesia sendiri, Maulid Nabi secara umum diperingati dengan berbagai macam kegiatan. Di antaranya pengajian, barzanjian atau pembacaan manakib Nabi Muhammad dalam kitab Maulid Barzanji, Maulid Simtud Dhurar, Diba’i, Saraful Anam, Burdah, dan lain-lain. (hmz/chinanews)

 

 

Baca juga:

Jelang Maulid Nabi, Harga Daging Ayam di Jember Meroket

Responsive image
Other Article
Responsive image