:
:
News
Muslim Travelers, Kini Hutan Mangrove di Jatim Kini Sudah Disulap Jadi Destinasi Wisata Menarik

gomuslim.co.id - Hutan mangrove, bukan hanya menjadi wilayah konservasi bakau, namun kini “disulap” menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan yang suka mencari spot maupun suasana baru. Hutan mangrove atau bakau merupakan hutan yang tumbuh di air payau yang dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Manfaat hutan mangrove memengaruhi ekosistem pesisir pantai, laut, hingga daratan.

Tak cuma ada ekosistem pesisir, manfaat hutan mangrove juga dapat dinikmati dalam bidang ekonomi dan wisata. Menyusuri sungai yang membelah hijaunya hutan bakau menjadi daya tarik tersendiri. Di Jawa Timur, terdapat beberapa lokasi ekowisata yang menawarkan keasrian hutan mangrove.

Ekowisata hutan mangrove di Jawa Timur ini telah dikelola sedemikian rupa sebagai destinasi rekreasi. Di sini pengunjung bisa merasakan berjalan membelah hutan bakau atau menyusuri sungai dengan pemandangan hutan bakau yang luas.

Nah, muslim travelers, berikut 6 pilihan wisata hutan mangrove di Jawa Timur:

 

1.BeeJay Bakau Resort, Probolinggo

BeeJay Bakau Resort merupakan kawasan ekowisata hutan bakau yang ada di Kota Probolinggo. Dulunya, kawasan ini merupakan hutan bakau yang tak terurus. Dengan pengelolaan yang baik, kini hutan bakau ini menjadi destinasi kebanggaan warga Probolinggo. BeeJay Bakau Resort menawarkan berbagai fasilitas dan wahana wisata yang cukup lengkap. Terdapat berbagai spot foto menarik dengan latar belakang hijaunya hutan bakau. Tersedia pula taman bermain untuk anak dan tempat-tempat untuk bersantai atau menyusuri hutan bakau.

 

2. Hutan Mangrove Cengkrong, Trenggalek

Hutan Mangrove Cengkrong berada kurang lebih 49 kilometer dari pusat Kota Trenggalek. Di lokasi ini terdapat pemandangan hutan bakau yang sangat luas. Terdapat pula jembatan kayu bernama Jembatan Galau yang hits di kawasan ini. Di bawah jembatan, kamu bisa melihat pemandangan aliran sungai Kalisongo yang menuju ke Pantai Cengkrong. Tak cuma menikmati keindahan hamparan hutan mangrove, kamu juga bisa turut langsung menanam mangrove. Ada pula aktivitas mengolah sirup mangrove di tempat ini. Terdapat berbagai jenis mangrove di sini seperti onneratia alba, rhizophora apiculata, ceriops tagal, avicennia alba, excoecaria agallocha, dan aegiceras corniculatum.

 

3. Hutan Mangrove Ujungpangkah, Gresik

Di Gresik, juga bisa menemukan suasana hutan bakau yang asri. Wisata mangrove ini terletak di dusun Banyulegi, Desa Banyuurip, Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Hutan Mangrove Ujungpangkah juga dikenal dengan nama Wisata Mangrove Banyuurip. Ekowisata ini masih tergolong anyar, karena baru diresmikan 2016 lalu. Hutan Mangrove Ujungpangkah merupakan area pembibitan berbagai jenis tanaman mangrove. Kawasan ini juga menjadi habitat burung bangau. Ekowisata ini dibuka setiap hari jam 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Terdapat banyak gazebo untuk bersantai dan trek jogging untuk berolahraga ringan di kawasan ini.

 

Baca juga:

Muslim Travelers, Inilah Hutan Bakau yang Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumbar

 

4. Mangrove Gunung Anyar, Sidoarjo

Hutan Mangrove Gunung Anyar atau yang juga disebut Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya ini menjadi tujuan warga untuk mencari kesejukan dari Surabaya. Di ujung timur Kebun Raya mangrove di Surabaya, terdapat terdapat menara pandang setinggi 12 meter yang bisa digunakan unuk melihat kawasan mangrove dari ketinggian. Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya ini memiliki aliran sungai dengan rimbunan bakau yang hijau dan asri. Beragam fasilitas juga dapat dinikmati dengan bebas. Terdapat jogging track sepanjang 20 meter yang terbuat dari bambu dan disusun memanjang melintasi kawasan pohon bakau. Di sepanjang kawasan ini terdapat spot foto dengan lansekap hijaunya hutan bakau yang banyak dicari pengunjung. Tempat foto ini berupa lingkaran bambu yang bisa digunakan untuk beristirahat. Ada pula gazebo yang berada di tengah hutan bakau tempat pengunjung bisa bersantai.

 

5. Hutan Mangrove Bedul, Banyuwangi

Hutan Mangrove Bedul masih termasuk dalam area Taman Nasional Alas Purwo. Lokasi ini merupakan tempat konservasi hutan bakau yang ada di Banyuwangi. Hutan Mangrove Bedul juga merupakan habitat berbagai satwa seperti monyet, biawak, bangau, elang laut, dan blibis. Lokasi ini menjadi tempat wisata rekreasi sekaligus rekreasi bagi warga sekitar. Di sini pengunjung bisa menyusuri segara anakan untuk menikmati hijaunya vegetasi hutan bakau. Jika sedang surut, banyak para pencari kerang atau nelayan yang sedang menjaring buruannya.

 

6. Mangrove Wonorejo, Surabaya

Ekowisata Mangrove Wonorejo merupakan lokasi konservasi bakau di Surabaya. Lebih dari setengah jenis bakau yang ada di Indonesia tumbuh subur di kawasan ini. Vegetasi asli yang tumbuh di daerah ini didominasi oleh bakau, api-api, pidada, dan buta-buta. Beberapa jenis tumbuhan lain juga ditemukan di kawasan ini seperti ketapang dan nipah. Selain bakau, terdapat pula 83 spesies burung eksotik dan langka seperti bambangan kuning, cangak merah, perkutut Jawa, dan punai gading. Di Hutan Mangrove Wonorejo ini, pengunjung akan melihat monyet jenis laut atau monyet berekor panjang yang hidup bebas. Pengunjung cukup menyiapkan kocek sebesar Rp 25.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak agar bisa masuk ke kawasan ekowisata ini. Wisata mangrove dibuka pada hari Sabtu dan Minggu juga hari libur dan buka mulai pukul 08.00-18.00 WIB. (liputan6/dbs/foto:qemana/ilustrasi)

Responsive image
Other Article
Responsive image