:
:
News
PT Atalla Luncurkan Produk Kacamata Bersertifikasi Halal Pertama di Indonesia

gomuslim.co.id – PT Atalla Indonesia resmi meluncurkan produk kacamata bersertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM)-MUI. Peluncuran produk ini dilakukan untuk menyukseskan program jaminan produk halal yang diinisiasi pemerintah.

Direktur PT Atalla Indonesia, Wenjoko Sidharta mengatakan pihaknya merasa terpanggil untuk melakukan sertifikasi halal mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim. Di sisi lain, label halal juga diyakini dapat meningkatkan nilai dan branding produk di mata masyarakat Indonesia.

"Atalla memperkenalkan produk-produk barunya yang halal dengan slogan ‘Halal itu baik’. Dalam penerapan sertifikasi halal ini ada 2 hal utama yaitu bahan baku dan aspek manajemen yang mencakup proses produksi, logistik dan distribusi, dimana di setiap proses tersebut diwajibkan menerapkan nilai-nilai kehalalan,” ujarnya di Jakarta, Selasa, (05/11/2019).

Ia menambahkan, Atalla memiliki visi ingin menjadikan diri sebagai basis utama industri kacamata di dunia yang telah mengimplementasikan teknologi 4.0, sehingga Indonesia mampu untuk swasembada kacamata, dan mengurangi ketergantungan impor.

“PT Atalla juga terus berusaha meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam berinovasi dan memproduksi kacamata yang berbasis penerapan teknologi pada saat proses produksi,” tuturnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih menyampaikan apresiasinya terhadap PT Atalla. “Meskipun produk kacamata belum diwajibkan untuk bersertifikasi halal, namun PT Atalla Indonesia sudah melakukannya. Untuk itu saya mengapresiasi upaya ini,” ungkapnya.

Gati memaparkan, Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal akan mewajibkan produk makanan dan minuman serta selain produk makanan dan minuman untuk memiliki sertifikat halal mulai tanggal 17 Oktober 2019 dan dilakukan secara bertahap.

 

Baca juga:

Alhamdulillah, 20 UMKM Mi Ayam Binaan Bogasari Terima Sertifikat Halal

 

Tahap pertama, kewajiban ini akan diberlakukan terlebih dahulu pada produk makanan dan minuman dan tahap berikutnya, kewajiban sertifikasi halal akan diberlakukan untuk selain produk makanan dan minuman.

Adapun, tujuan dengan diterbitkannya Undang-undang Jaminan Produk Halal ini adalah untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk serta meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal.

Gati menyampaikan, saat ini kacamata tidak hanya digunakan sebagai alat bantu penglihatan, namun juga sudah menjadi pelengkap gaya atau aksesoris fesyen.

Jika merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, kacamata merupakan produk selain makanan dan minuman yang penahapan kewajiban sertifikasi halal baru akan dimulai dari tanggal 17 Oktober 2021 hingga 17 Oktober 2026.

“Karena itu saya memberikan apresiasi kepada PT Atalla Indonesia yang secara proaktif telah melakukan kewajiban untuk sertifikasi halal terhadap produknya sebelum ketentuan wajib halal untuk selain produk makanan dan minuman diberlakukan,” ujar Gati.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat sebanyak 15 Industri optik dan bagiannya di Indonesia yang menyerap sekitar kurang lebih 6.300 tenaga kerja. Namun, PT Atalla Indonesia saat ini adalah satu-satunya pabrikan kacamata di Indonesia yang terintegrasi mulai dari pembuatan bingkai hingga lensa dan aksesorisnya.

Industri kacamata hingga September 2019 berhasil mencatatkan nilai ekspor sebesar 85,7 juta dolar AS, namun nilai impornya juga cukup tinggi sebesar 90,4 juta dolar AS. Saat ini, sebagian besar produk kacamata yang beredar di dalam negeri adalah produk impor yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok. (jms/antara/dbs/foto:gatra)

 

 

Baca juga:

Layanan Tokopedia Salam Sediakan 21 Juta Produk Halal

Responsive image
Other Article
Responsive image