:
:
News
Pemkab Aceh Barat Salurkan Beasiswa untuk 1.000 Santri

gomuslim.co.id – Para santri di Tanah Air terus mendapat perhatian dari pemerintah. Salah satunya seperti Pemerintah Aceh Barat, Provinsi Aceh yang menyalurkan bantuan beasiswa kepada 1.000 santri.

Bupati Aceh Barat, H Ramli MS mengatakan pemerintah daerah setempat menganggarkan Rp1 miliar per tahun untuk beasiswa santri ini. "Bantuan beasiswa santri ini kita berikan agar membantu perekonomian masyarakat, khususnya santri sehingga mereka lebih giat lagi belajar ilmu agama," ujarnya, Kamis (31/10/2019).

H Ramli menyebut jumlah bantuan yang diterima para santri ini masing-masing sebesar Rp1 juta per orang. Dengan bantuan beasiswa itu, diharapkan agar para santri yang selama ini kurang mendapatkan bantuan, bisa menikmati peran pemerintah daerah agar mampu memenuhi kebutuhan santri khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga berencana membantu meningkatkan perekonomian para pegiat agama di daerah ini meliputi santri, imam meunasah/imam masjid, teungku, serta berbagai komponen masyarakat kurang mampu dengan melakukan berbagai program,” tuturnya.

Di antaranya program pemberdayaan ekonomi masyarakat, pertanian, perkebunan, serta sektor lainnya yang diharapkan mampu menambah pendapatan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di daerah ini.

"Tugas Pemerintah Kabupaten Aceh Barat adalah mensejahterakan rakyat, karena program ini untuk membalas jasa rakyat," tutupnya.

 

Baca juga:

PT Ruhama Tour Travel Bantu Fasilitasi Pemuda Aceh Kuliah Gratis di Madinah

 

Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak kaum santri di daerah ‘Serambi Mekkah’ mengawal pelaksanaan syariat Islam dan perdamaian. Menurutnya, Pelaksanaan syariat Islam dan perdamaian merupakan anugerah terbesar bagi masyarakat Aceh.

Gubernur mengatakan, dayah atau pesantren merupakan tempat santri bernaung dan belajar ilmu agama. "Sejatinya, dayah (pesantren) harus dijadikan sebagai lembaga pendidikan Islam yang 'rahmatan lil alamin', Islam yang toleran dengan setiap perbedaan," katanya.

Pola dialogis, tidak anarkis dan antikekerasan, kata dia, menjadi sikap yang bijak dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi, terutama antarumat Islam di Aceh. Diakui atau tidak, pola kekerasan dan cara-cara anarkis akan dapat mencederai pelaksanaan syariat Islam dan mengganggu perdamaian.

"Sikap bijaksana menjadi kunci penting merawat perdamaian dan mewujudkan keadilan di Aceh. Semangat ajaran ini pula yang memungkinkan santri berkontribusi dalam mengawal dan memperkuat pelaksanaan syariat Islam di Aceh," ungkapnya. (jms/antara/foto:bisnissumatera)

 

 

Baca juga:

Resmikan Kampung Zakat di Aceh Singkil, Bimas Islam Dukung Sinergi Pemerintah dan LAZ

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store