:
:
News
Resmikan Kampung Zakat di Aceh Singkil, Bimas Islam Dukung Sinergi Pemerintah dan LAZ

gomuslim.co.id - Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan Desa Situbuh-Tubuh Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil sebagai Kampung Zakat ke-14 binaan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Muhammad Fuad Nasar, menurutnya sinergi program unggulan oleh lembaga amil zakat nasional maupun provinsi, Baitul Mal Aceh (BMA) dan Baznas, program pengentasan kemiskinan bisa lebih optimal.

“Kampung Zakat juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga, moral spiritual masyarakat, ekonomi, sosial hingga ketahanan yang lebih luas yaitu ketahanan negara. Dan ini semua membutuhkan sinergi yang baik antar lembaga,” ungkapnya.

Peresmian kampung zakat sendiri dipimpin oleh Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Tarmizi Tohor. Dalam pidato peresmiannya menyatakan bahwa Kementerian Agama mempunyai 2 fungsi pembinaan dan pengawasan pada Badan Amil Zakat maupun Lembaga Amil Zakat di antaranya program kampung zakat ini. Fungsi pembinaan dalam hal ini mensinergikan program unggulan yang dimiliki oleh Baznas, Baitul Mal dan berbagai Laznas sehingga dalam kurun waktu 3 tahun, bisa memberdayakan kampung zakat ini dan membawa perubahan baik.

 

Baca juga:

CEO LAZ Forum Targetkan Empat Output Besar bagi Arsitektur Regulasi Zakat

 

"Program unggulan dalam hal ini janganlah hanya bersifat konsumtif namun harus produktif seperti pembinaan kompetensi skill pekerjaan, modal usaha hingga pembinaan ruhani dan akhlak", tambahnya.

Acara peresmian Kampung Zakat dihadiri oleh puluhan warga desa, Tokoh Agama, Kepala Desa Situbuh-Tubuh Udi Tumangger, Bupati Aceh Singkil Dul Mursid, Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh yang diwakili Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Azhari, Sekretaris Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Tarmizi Tohor, dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Muhammad Fuad Nasar.

Desa Situbuh-Tubuh memiliki sejarah yang panjang, berdiri sejak tahun 1918 faktanya desa ini pernah menjadi tempat persinggahan pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII sebagai pusat perlawanan terhadap Belanda. Namun saat ini desa yang dihuni oleh 197 kepala keluarga dengan total 778 jiwa, termasuk desa 3T yaitu Tertinggal, Terluar dan Terdepan menurut Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia. Begitu pula menurut indeks desa Baznas wilayah desa ini termasuk yang skala paling kecil.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Situbuh-Tubuh, Udi Tumangger, menyampaikan bahwa desa ini dihuni oleh masyarakat yang beragam dari agama maupun latar belakang dengan mayoritas profesi buruh harian lepas di ladang maupun proyek bangunan. Besar harapan dengan adanya kampung Zakat bisa membangkitkan perekonomian masyarakat sehingga bisa mandiri.

“Sebetulnya banyak sekali potensi seperti perkebunan, pertanian, peternakan hingga perikanan namun kendala di permodalan dan keahlian dari masyarakat karena minimnya akses pendidikan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Bupati Aceh Singkil Dul Mursid mengamini dan menyampaikan bahwa program pembinaan dan pemberdayaan seperti ini harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan stakeholder lain, termasuk Lembaga Amil Zakat. Karena output dari program ini adalah untuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang merupakan tujuan dari seluruh program pemerintah.

Acara peresmian ditutup dengan pemberian bantuan simbolik berupa bahan makanan pokok, Mushaf Al-Qur'an, alat tulis sekolah oleh Kementerian Agama dan beberapa Lembaga Amil Zakat seperti Baznas, Baitul Mal Aceh, Dompet Dhuafa, Rumah zakat, LAZ Dewan Dakwah, LAZ Nurul Hayat, LAZ Baitul Mal Muamalat, LAZ Rumah Yatim, LAZ PPPA Darul Quran, LAZ Al Azhar, LAZ Wahdah Islamiyah dan LAZ Yatim mandiri. (nov/dbs/bimasislam)

 

 

Baca juga:

Aa Gym: Zakat Harus Bisa Perkuat Keimanan

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store