:
:
News
Peringati Hari Santri, FKPP Gandeng BAZNAS Kota Bekasi Gelar Diskusi Publik

gomuslim.co.idForum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) menggandeng Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi menggelar diskusi publik bertema ‘Menangkal Radikalisme Atas Nama Agama’di Aula Multazam Islamic Center Kota Bekasi pada Kamis (24/10/2019). Diskusi tersebut terselenggara untuk menyambut Hari Santri Nasional (HSN).

Ketua Pelaksana dari FKPP, Ustadz Aiz Muhajirin mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk menangkal Radikalisme. Hal itu diungkapkan guna menghindari stigma radikalisme yang mengarah kepada pondok pesantren.

Ketua Pelaksana dari Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Ust Aiz Muhajirin

 

“Diskusi publik ini dalam rangkat Hari Santri Nasional. Tujuannya adalah kami di pesantren mampu melakukan upaya preventif penjegahan dari penyebaran paham Radikalisme,” ungkap Ustadz Aiz kepada gomuslim.

 

Baca juga:

BAZNAS Kota Bekasi Distribusikan Rp 2,2 Miliyar Dana Zakat untuk 8 Kategori Mustahiq

 

Ia berharap kepada seluruh Pondok Pesantren dapat perperan aktif dalam menjaga soliditas dan keamanan wilayah pesantren. Ia mengimbau kepada seluruh pondok pesantren agar lebih merapatkan Shaf guna menghindari adanya penyusup dalam memberikan suatu pemahaman yang berimbas pada terorisme.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bekasi, H. Paray Said mengungkapkan, Bekasi memiliki banyak pondok pesantren. Katanya, Bekasi menjadi tempat transit para terorisme, oleh karena itu adanya stigma negative tentang terorisme kepada umat Islam dilator belakangi dengan para pelaku yang tinggal di Bekasi.

Ketua Baznas Kota Bekasi, H. Paray Said

 

“Bekasi ini banyak pesantren. Lalu beberapa kasus terorisme muncul di Bekasi. Nah, saya mau stigma negative tentang pondok pesantren itu tidak ada kaitannya dengan pesantren. Gerakan Radikalisme itu bukan dari umat Islam. Islam itu mengajarkan tentang Rahmatan Lil’alamin. Di sisi lain juga, mereka pelaku terror itu, tinggal dibekasi hanya ngontrak, jadi bukan warga tetap Kota Bekasi. Jadi saya mau pastikan bahwa Bekasi jauh dari pemahaman Radikalisme,” ungkap Paray.

Dalam diskusi publik tersebut menghadirkan beberapa pembicara di antara, Akademisi dari Peneliti Radikalisme, Dr. KH. Taufik,MA dan  Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Dr. Indarto, SH,S.Sos,S.I.K,M.Si. (hmz/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Baznas Bekasi Canangkan Program Beasiswa Anak Dhuafa di Jenjang Perguruan Tinggi

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store