:
:
News
Masya Allah, Presiden Prancis ini Peringati Warganya Tidak Beri Stigma Negatif Terhadap Muslim 

gomuslim.co.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan warganya untuk tidak memberikan stigma kepada Muslim atau mengaitkan agama Islam dengan perlawanan terhadap terorisme. Populasi Puslim di Prancis sekitar lima juta jiwa.

Dilansir kantor berita BBC, terkait hal ini, Macron ucapkan setelah ada seorang perempuan Prancis yang mengatakan mengkritik pemakaian hijab di ruang publik. Muslim Prancis adalah minoritas Muslim terbesar di Eropa barat. 

"Kita harus berdiri bersama-sama dengan sesama warga," kata Macron dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Angela Merkel pada Senin, (21/10/2019).

Diketahui, pada pekan lalu, seorang ibu yang mengenakan hijab dalam acara wisata sekolah bersama putranya di gedung parlemen Bourgogne-Franche-Comté menerima pelecehan verbal dari anggota parlemen. Sebagai bentuk simpati, lukisan seorang perempuan memakai hijab yang sedang memeluk putranya disebarkan di media sosial.

Hal ini juga memicu unjuk rasa di sekitar lokasi kejadian dan perdebatan nasional tentang penutup kepala itu. Saat ini, Prancis tidak memiliki undang-undang yang melarang ibu mengenakan hijab saat menemani anak mereka di wisata sekolah.

 

Baca juga:

Sejarah Islam Prancis Miliki Masjid dan Komunitas Terbesar

 

Macron meminta warganya lebih memahami agama Islam di Prancis. Ia juga mengecam apa yang ia sebut sebagai 'jalan pintas fatal' karena mengaitkan Islam dengan terorisme.

"Di antara komentator banyak sikap yang tidak bertanggung jawab, komunalisme bukan terorisme," katanya.

Kejadian pelecehan verbal terjadi di gedung parlemen daerah di timur Prancis. Ketika itu ibu yang disebut Fatima menemani putranya dalam wisata sekolah. Sebagai informasi, Prancis merupakan negara dengan Umat muslim minoritas. Prancis melarang pemakaian hijab di sekolah, kantor pemerintah, dan beberapa ruang publik lainnya. (hmz/bbc)

 

 

Baca juga:

Tampilkan Karyanya di Paris, Desainer OpieVie: Fashion Show Bisa Jadi Syiar Islam

Responsive image
Other Article
Responsive image