:
:
News
Karena Makanan dan Minuman Halal, Warga Jepang Ini Mantap Jadi Mualaf

gomuslim.co.id – Perjalanan setiap mualaf dalam menemukan Islam selalu unik dan beragam. Salah satunya seperti Kazushige Kobayashi yang mantap memeluk Islam karena konsep makanan dan minuman halal.

Warga Jepang ini mengaku menjadi mualaf tanpa ada paksaan dari siapa pun atau pihak mana pun. Dia berikrar memeluk agama Islam dengan membaca dua kalimat syahadat di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (19/10) akhir pekan lalu. Prosesi syahadat dibimbing langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj.

Kobayashi mengatakan, ketika dirinya mencari tahu lebih jauh, ia menemukan ada hubungan antara yang halal dengan kesehatan bagi seseorang. Hal inilah yang menjadi alasannya tertarik dengan ajaran Islam.  

Menurutnya, Islam di Negeri Sakura saat ini berkembang dengan baik. Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya rumah ibadah Muslim hingga model pakaian. Di Tokyo misalnya, selain masjid, ada juga rumah makan halal milik pengusaha Muslim Jepang. Tidak hanya itu, ada juga situs berita yang menampilkan kimono pas bagi seorang muslimah. 

“Ini (Halal Gourmet Japan), aplikasi makanan dan minuman halal berbahasa Jepang. Ini Shinjuku Gyoeb Ramen Ouke, makanan halal milik pengusaha Muslim Jepang,” ujar Kobayashi yang baru sebulan di Jakarta ini.

Pria kelahiran Shizuoka, Jepang tahun 1984 ini bekerja di sebuah perusahaan properti. Kobayashi menyebut bahwa pihak keluarga sudah mengetahui dirinya akan memeluk agama Islam dan mereka mengizinkan. 

“Di dalam tradisi keluarga saya, agama adalah persoalan masing-masing sehingga di dalam keluarganya terdapat pemeluk bermacam-macam agama. Ada yang Budha dan Sinto,” katanya.

 

Baca juga:

Sempat Ragu dan Jadi Atheis, Begini Cerita Aktris Asal Pakistan Pertahankan Jadi Mualaf

 

Kobayashi diantar mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan mantan pengurus Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Jakarta Selatan.

Setelah membimbing syahadat, Kiai Said Aqil Sirodj, menambahkan Abdullah untuk nama depan Kobayashi. Jadi, kini ia bernama Abdullah Kazushige Kobayashi.

Kiai Said kemudian mengatakan kepada Kobayashi bahwa Islam adalah agama damai dan mengajarkan kedamaian. Agama selamat dan menyelamatkan. "Orang itu adalah orang yang saya selamat dan orang lain selamat, orang Islam menyelamatkan lingkungannya, menyelamatkan sekitarnya. Kalau ada orang Islam yang membuat orang lain ketakutan, itu bukan orang Islam," jelasnya. 

Islam berasal dari kata salamatun, artinya selamat dan menyelamatkan atau Islam berasal dari kata Taslim, artinya menyerahkan diri kepada Allah secara total.  "Islam itu membawa misi membawa perdamaian dan penyerahan diri secara total kepada Tuhan," terangnya. (jms/nuonline)  

 

Baca juga:

Pemuda Jerman Ini Pilih Jadi Mualaf Usai Bantu Pengungsi Suriah 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store