:
:
News
Imigran Muslim AS Jadikan Komunitas Anchorage sebagai Wadah Berhijrah

gomuslim.co.id – Banyak imigran muslim dari berbagai penjuru dunia hijrah dan menemukan kedamaian di Komunitas muslim Anchorage, Alaska Amerika Serikat. Anchorage terletak di Alaska, Amerika Serikat, kira-kira berjarak 10 ribu kilometer dari Mekah, Arab Saudi. Namun, kota ini semakin menarik perhatian banyak muslim dari berbagai penjuru dunia.

Banyak migran muslim hijrah ke sana dan menemukan kedamaian di wilayah yang dulunya milik Rusia dan dibeli Amerika itu. Jumlah warga muslim di Anchorage saat ini memang belum begitu besar.

Untuk diketahui, pada tahun 2014, tercatat ada 3000 warga pemeluk Islam di kota itu, pada akhir tahun 2018 jumlahnya diperkirakan hampir mencapai 4000 orang. Berbagai komunitas muslim terbentuk di kota itu, warga muslim bisa menemukan toko kelontong barang-barang kebutuhan sehari-hari yang halal, restoran halal dan bahkan masjid.

Dilansir kantor berita Reuters, pada Senin, (14/10/2019), Sam Obeidi, Wakil Direktur Pusat Komunitas Islam Anchorage mengatakan, komunitas muslim di Anchorage, merupakan salah satu komunitas yang paling fleksibel di AS.

 

Baca juga:

Kenalkan Islam, Masjid Illinois Gelar Open House untuk Warga AS

 

Menurutnya, hal ini karena keberagaman etnis dalam komunitas itu. Di banyak kota lain di AS, kebanyakan masjid terkait dengan satu kelompok etnis, namun tidak demikian halnya di Anchorage.

“Karena kecilnya komunitas muslim, kegiatan sholat Jumat, contohnya, diikuti warga dengan berbagai latar belakang etnis. Di sini ada orang-orang Arab, orang-orang Gambia, Pakistan, India, Myanmar, Albania, Somalia, Sudan, Mesir, Palestina, Irak, Bangladesh, Myanmar, Rusia, Malaysia, dan bahkan Indonesia," kata Obeidi.

Islamic Community Center Anchorage Alaska, demikian masjid itu dinamakan, terletak di sebuah kawasan bisnis, dan bertetangga dengan gereja Presbiterian Korea, sejumlah bengkel mobil, dan restoran. Tidak heran, ketika berada di masjid itu, terdengar beragam bahasa. Kondisi ini sama persis seperti halnya sekolah-sekolah di Anchorage, di mana lebih dari 100 bahasa terdengar sehari-hari.

Menurut Obeidi, Anchorage menarik perhatian banyak muslim, terutama karena pertimbangan ekonomi. Ekonomi Alaska konon tidak terpengaruh resesi. Selain itu, karena program penempatan pengungsi yang digelar pemerintah. Lebih dari setengah populasi Anchorage adalah orang Eropa, sementara sisanya adalah Asia, Afrika, hispanik dan penduduk asli Alaska.

Obeidi tidak menyarankan warga muslim hijrah begitu saja ke Anchorage. Ia mengingatkan, biaya hidup di Anchorage luar biasa tinggi.

“Mereka yang ingin hijrah ke sana sebaiknya menemukan pekerjaan terlebih dahulu dan memiliki kerabat yang bisa membantu mereka menjalani hidup hingga mencapai kemapanan,” terangnya.

Menurut Obeidi. karena letaknya yang jauh, dan terbatasnya sarana transportasi, biaya hidup masyarakat Alaska, khususnya untuk bahan-bahan kebutuhan pokok, adalah yang tertinggi di Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Amerika telah berusaha menurunkan harga barang, khususnya di Anchorage dan Fairbanks.

Namun, yang menguntungkan, Kata Obeidi, Alaska adalah negara bagian dengan pajak individu paling ringan di Amerika. Alaska adalah satu dari 6 negara bagian tanpa pajak penjualan barang, dan satu dari 7 negara bagian yang tidak menarik pajak pendapatan perorangan.

Hal yang juga perlu dipertimbangkan adalah iklim di Alaska. Musim dingin di sana sangat panjang, serta panjang siang dan malam hari sangat berbeda dengan negara-negara bagain lain di AS. Walhasil, itu mempengaruhi kegiatan beribadah muslim, khususnya sewaktu bulan Ramadhan. (hmz/reuters)

 

 

Baca juga:

Relawan Muslim Community and Helath Center Bantu Tuna Wisma Amerika

Responsive image
Other Article
Responsive image