:
:
News
Data BPS: Ekspor Produk Halal dari Indonesia ke Jepang Janjikan Tumbuh Kembang

gomuslim.co.id – Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja perdagangan Jawa Timur (Jatim) dan Jepang selalu surplus. Hal tersebut dinilai dari ekspor Jatim ke Jepang mencapai USD 1.9 Juta atau setara dengan Rp. 26,9 Miliar.

Perdagangan tersebut dilihat sangat berpotensi tumbuh dan berkembang karena Jatim terus menggarap pasar makanan di Negeri Sakura itu.

“Potensinya memang besar. Contohnya, sektor mamin (makanan dan minuman, Red). Sekitar 60 persen mamin Jepang diperoleh dari luar negeri,” kata Ketua Umum Indonesia Japan Business Network (IJB-Net) Suyoto Rais, pada Kamis (9/10/2019).

Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index 2017 melaporkan bahwa tren makanan halal terus meningkat di Jepang. Apalagi, tahun depan Tokyo akan menjadi tuan rumah Olimpiade dan akan banyak turis muslim yang berkunjung.

Namun, agar bisa maksimal menggarap potensi tersebut, pengusaha harus paham benar dengan kebutuhan kuliner Jepang. Saat ini pasar makanan halal di negara berpenduduk sekitar 126, 3 juta itu sedang berkembang.


Baca juga:

Muslim Indonesia di Nishio Jepang Beli Bangunan Bekas Gereja untuk Dijadikan Masjid

 

Untuk diketahui, pada setiap tahunnya tidak kurang dari satu juta wisatawan muslim melancong ke Jepang. Sementara itu, jumlah penduduk muslim di negara tersebut berkisar 150 ribu orang.

Katanya, belakangan ini pemahaman warga terhadap makanan halal makin bagus. Mereka menyebut makanan halal sebagai makanan sehat. Artinya, bisa dikonsumsi siapa pun.

“Ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menggarap potensi tersebut,” ucap Suyoto.

Ia mengungkapkan, dari Nagoya, ayam goreng halal ala Indonesia menyebar ke kota-kota lain dalam waktu dekat.

Sementara itu, Direktur Kadin Institute Jamhadi menuturkan, pemerintah perlu menempuh beberapa strategi untuk meningkatkan ekspor Jatim ke Jepang.

Misalnya, rutin menjalin kerja sama dagang, rajin promosi lewat trade expobusiness forum, dan business matching. Selain itu, ada juga, menyediakan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri dengan pola sewa agar tidak memberatkan pelaku UKM.

“Yang terpenting lagi, impor bahan baku Jatim yang masih 70 persen harus dijadikan produk ekspor yang bisa berdaya saing global,” papar Jamhadi.

Tahun lalu, setelah beberapa kali mencoba dan gagal, produk olahan ayam Indonesia berhasil menembus pasar Jepang. “Akibatnya, banyak dibuka halal fried chicken dari tanah air di Nagoya,” katanya.

Menurut dia, selain Jepang, negara lain yang potensial menjadi tujuan ekspor Jatim adalah AS, Malaysia, dan Belanda. (hmz/jawapos)



Baca juga:

Para Koki Masjid Seoul Ikuti Lomba Masak Kuliner Indonesia

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store