:
:
News
Dakwah dengan Musik, Masjid Syuhada Yogyakarta Gelar Syuhada Jazz 2019

gomuslim.co.id - Konser Syuhada Jazz 2019 digelar bertepatan dengan Milad ke-67 Masjid Syuhada untuk menggelorakan kerukunan masyarakat lintas agama di kawasan Kotabaru, Kota Yogyakarta. Acara tersebut diawali dengan kirab bergodo, lantunan ayat suci Alquran, serta tari Saman, pada Selasa, (08/10/2019) malam.

“Dakwah dengan musik sesuai dengan harmoni yang universal,” ungkap Ketua Panitia Syuhada Jazz 2019, Firdaus disela acara.

Ia menjelaskan bahwa musik merupakan bahasa yang universal untuk menyampaikan pesan, perasaan, situasi, hingga kritik sosial yang mudah dipahami oleh audiens sehingga bisa menjadi medium lain untuk berdakwah.

 

Baca juga :

Forsimas Gelar Seminar International Dakwah Muslim Minoritas di Asia Tenggara

 

Menurut Firdaus, bukan kali pertama masjid peninggalan Presiden Soekarno ini menggelar pertunjukan musik. Sebelumnya, pada 2017 pernah menggelar pertunjukan musik kiai Kanjeng bersama Emha Ainun Nadjib.

Selain memperkenalkan Masjid Syuhada sebagai masjid bersejarah, acara itu juga menjadi simbol bahwa masjid ini dekat dengan kebudayaan. Sejalan dengan sejarah masjid yang didirikan oleh para pemuka masyarakat dan pemuka muslim dengan latar belakang yang beragam sejak 67 tahun lalu.

“Kita berusaha menjadikan Masjid Syuhada sebagai pemersatu baik bagi bagi umat islam sendiri maupun bagi umat nonmuslim,” ujarnya.

Acara ini menampilkan enam grup band jaz, yaitu Lav, Berdua Saja, Tricotado, Praz, Nu Shopian Kolinus Project, serta Berdua Saja, acara yang digelar hingga pukul 23:00 WIB itu juga menghadirkan Ustadz Wijayanto.

Salah satu penggagas Syuhada Jazz 2019, Aji Wartono berharap pertunjukan musik jaz kembali menguatkan kesan bahwa sebagai masjid cagar budaya. Masjid Syuhada merupakan masjid yang terbuka dan merangkul masyarakat dengan berbagai latar belakang agama maupun etnis.

Ia menuturkan, musik jaz merupakan genre musik yang paling tepat untuk mewakili tujuan itu. Pasalnya, jaz merupakan musik yang fleksibel dan mampu melebur dengan berbagai genre musik lainnya, baik yang bernuansa tradisi hingga islami.

“Jaz ini hanya sebagai medium saja untuk mengundang orang berkumpul dan bersilaturahmi,” ungkapnya. (waf/jogjainside/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store