:
:
News
Beri Kuliah Perdana, Mantan Ketua DPRD Aceh: Lembaga Pendidikan Harus Tanam Nilai Religius

gomuslim.co.id – Mantan ketua DPRD Aceh, Tgl Muhammad Yus alias Abu Yus menghadiri Kampus Pliteknik Kutaraja Banda Aceh untuk memberikan kuliah perdana kepada Mahasiswa baru Angkatan 2019/2020.

Abu Yus, begitu sapaan akrabnya menyampaikan bahwa sangat penting bagi lembaga pendidikan tinggi di Aceh untuk menanamkan nilai-nilai religius bagi mahasiswanya sesuai dengan syariat Islam di daerah ini. Karena hal ini merupakan pondasi bagi kemajuan umat dan generasi Nanggroe Aceh di masa yang akan datang.

"Saya merasa bahagia, ada Politeknik Kutaraja hadir dengan konsep pendidikan seperti ini, bukan hanya belajar teori tetapi juga ada praktiknya. Bahkan praktiknya lebih banyak. Pemerintah Aceh perlu memberikan perhatian pada Politeknik di Provinsi Aceh karena disini melahirkan lulusan yang memiliki keterampilan," lanjut Abu Yus dalam memberikan kuliah perdana.

 

Baca juga:

Ini Daftar PTKIN Penerima Penghargaan Pengusul Proposal Penelitian Terbaik

 

Kegiatan mentoring agama Islam dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila dan Kewarganegaraan ini mulai dilaksanakan pada, Rabu (18/09/2019), di Kampus Politeknik Kutaraja dan akan berakhir hingga Kamis, (09/11/2019) petang.

Tujuan dari mentoring tersebut adalah sebagai bagian dari proses belajar mengajar di yang wajib dilaksanakan oleh perguruan tinggi seperti Politeknik Kutaraja.

Tgk Muhammad Yus sendiri berharap agar ke depan diajarkan pula Bahasa Arab di Poltek Kutaraja, karena berhubungan dengan ibadah seperti mengaji dan membaca doa-doa dalam beribadah. Semuanya berbahasa Arab. Model dan teknis pelaksanaan tentu mengacu kepada Undang-Undang Pendidikan Nasional.

Abu Yus menambahkan, dengan penerapan Syariat Islam itu tentu bisa semakin memperkuat keistimewaan Aceh. Paling tidak ada dua undang-undang yang dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan pendidikan Aceh berbasis syariat yaitu Undang-undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh serta Qanun Nomor 9 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Berdasarkan Undang-undang dan qanun tersebut, katanya, dapat membina dan mengatur kehidupan di Aceh sesuai syariat Islam termasuk dalam hal pendidikan.

"Pendidikan yang sesuai dengan adat dan kebudayaan Aceh," ujar Muhammad Yus.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YPSIK) sebagai penyelenggara pendidikan Politeknik Kutaraja, Abdul Manaf menyatakan, Poltek Kutaraja ingin mengembangkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda Aceh.

Kehadiran Politeknik Kutaraja diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi kemajuan pendidikan dan generasi muda Aceh ke depan.

"Apalagi dengan persaingan yang semakin tajam, dalam dunia kerja saat ini, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan saja, namun juga harus memiliki ketrampilan, sikap yang bagus, bahkan menguasai Bahasa Inggris agar lebih unggul dalam bersaing. Nah itulah visi kami", ulas Abdul Manaf.

Dalam rangka mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan dan diusung oleh penyelenggara pendidikan Politeknik Kutaraja, maka pihak manajemen berupaya untuk menerapkan berbagai konsep dan metode belajar kreatif.

Salah satunya adalah dengan mengundang tokoh-tokoh dan para profesional muda yang memiliki kapasitas serta berpengalaman di bidangnya untuk memberikan kuliah dan sharing pengalaman.

Dengan cara tersebut, katanya, diharapkan ada cara pandang berbeda yang diperoleh oleh mahasiswa yang notabene mereka merupakan generasi milenial. Mereka generasi yang kritis, melek teknologi, dan tidak mau terikat dengan status.

"Artinya perguruan tinggi zaman now harus dapat mengakomodir segala kelebihan yang mereka miliki," ujar Abdul Manaf.

Dengan cara itu, lanjut Abdul Manaf, suasana kuliah menjadi lebih menyenangkan, ceria, namun juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru selama mereka menempuh pendidikan di Politeknik Kutaraja.

Sebagai informasi, sejak dibuka masa perkuliahan tahun akademik 2019/2020 oleh Direktur Politeknik Kutaraja, Supriyanto,  Senin, (16/09/2019) lalu, suasana akademik di lingkungan kampus vokasi itu mulai terlihat mulai berdenyut sejak pagi hingga petang harinya.

Apalagi dengan menghadirkan tokoh masyarakat Aceh, sekaligus ulama untuk memberikan kuliah tentang wawasan kebangsaan dan mentoring agama Islam, sehingga semakin berkembang pola pikir mahasiwa tentang Agama Islam, Pancasila dan Nasionalisme serta Wawasan Kebangsaan. (hmz/tribunaceh/dbs)

 

 

Baca juga:

Review Kurikulum SKI, Kemenag Perkaya Fakta Sejarah Peradaban Islam 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store