:
:
News
Gandeng BWI, Universitas Sriwijaya Hadirkan Wadah Wakaf bagi Mahasiswa

gomuslim.co.id – Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) melirik potensi wakaf yang cukup besar dari 36 ribu mahasiwa aktif. Hal ini diwujudkan dengan membentuk wadah wakaf mahasiswa pertama di luar Pulau Jawa. BWI dalam hal ini bertindak sebagai pendamping.

Rektor Unsri Prof. Anis Saggaff, MSCE sangat mengapresiasi BWI yang telah mengajak milenial untuk berwakaf serta menjadikan kampusnya penggerak wakaf pertama di luar Pulau Jawa. Rektor sangat mendukung sosialisasi wakaf sebagai gaya hidup generasi muda.

“Pendampingan BWI mulai dari melakukan kegiatan sosialisasi kepada mahasiswa dan warga kampus lainnya seperti dosen dan karyawan serta membuat sistem pengelolaan dan penggalangan wakaf,” ujarnya, Kamis, (13/09/2019).

Dengan sistem yang baik diharapkan wakaf yang dikelola di lingkungan kampus Unsri bisa membangun kegiatan usaha produktif seperti pasar swalayan halal untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan warga kampus lainnya bahkan masyarakat sekitar.

Wadah wakaf Unsri diharapkan segera beroperasi sehingga potensi yang besar itu dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pendidikan mahasiswa serta meningkatkan kesejahteraan warga kampus dan masyarakat sekitar. Untuk memulai gerakan wakaf, pihaknya akan mengajak 36 ribu mahasiswa aktif serta 2.300 dosen dan karyawan Unsri menyisihkan sebagian uangnya untuk wakaf.

 

Baca juga:

Desa Kahayya Resmi Jadi Program Percontohan Kampung Zakat ke-12

 

“Jika potensi 38.300 warga Unsri menyisihkan uang Rp1.000 untuk wakaf bisa diperoleh dana Rp380 juta untuk satu kali putaran penghimpunan wakaf. Jika dalam satu bulan bisa dilakukan empat kali putaran penghimpunan wakaf, bisa diperoleh dana yang cukup besar untuk dijadikan modal usaha produktif,” kata Rektor.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana BWI, Prof. Mohammad Nuh, DEA mengajak generasi milenial untuk turut memajukan wakaf dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Dia mengatakan, wakaf adalah instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas dakwah, dan menjaga kemartabatan.

“Contoh kebun kurma yang diwakafkan Sayyidina Umar dan hasilnya digunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat miskin dan yang membutuhkan. Contoh lainnya, wakaf sumur oleh Sayyidina Utsman yang memberikan manfaat sumber air minum bagi penduduk Madinah,” ucapnya.

Selain itu, mantan Mendikbud ini juga mencontohkan wakaf Habib Bugak Aceh berupa tanah dan rumah singgah bagi jamaah haji Aceh. Aset itu sekarang dikelola secara produktif dan menjadi beberapa hotel yang keuntngannya disalurkan kepada jemaah haji asal Aceh.

“Kita tahunya kan sedekah dan infak. Karena itu kita ingin para milenial mahasiswa di Palembang lebih mengenal wakaf, menjadi pelaku wakaf dan ikut mengkampanyekan wakaf,” ungkapnya. (jms/antara/unsri)

 

 

Baca juga:

Alhamdulillah, Bank Wakaf Mikro Sudah Tersebar di 15 Provinsi

Responsive image
Other Article
Responsive image