:
:
News
NU Care Dorong Penguatan Profesionalisme Pengelolaan Zakat lewat Madrasah Amil

gomuslim.co.id - Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU memberikan pendampingan langsung kepada Jaringan Pengelola Zakat Infak dan Sedekah (JPZIS) Riyadhul Aliyyah dalam kegiatan Madrasah Amil. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah, Kampung Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor ini digelar guna mewujudkan profesionalisme pengelolaan zakat.

Ketua PP NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat mengatakan pendampingan meliputi pengelolaan zakat secara professional dan cara mendesain program serta cara menyusun pelaporan keuangan. Menurutnya, JPZIS ini merupakan JPZIS pertama di Bogor yang telah di SK-kan.

“Daerah akan terus kita dampingi, yang memang berniat untuk jihad. Jihad ekonomi. Berkhidmat untuk agama dan bangsa, khidmat ke kiai dan masyarakat,” ujar Ajat, sapaan akrabnya, Rabu (11/09/2019).

Ia mengimbau kepada 30 peserta Madrasah Amil yang hadir untuk segera bergerak. Peserta Madrasah Amil yang hadir bahkan dari wilayah Bogor Barat, seperti dari Kecamatan Cibungbulang, Ciampea, mengikuti acara hingga akhir.

“Jadi hari ini saya berharap teman-teman yang hadir di Madrasah Amil untuk segera bergerak. Pokoknya jalan dulu, insya Allah berkah. Dan mudah-mudahan niat JPZIS Riyadhul Aliyyah terlaksana,” imbaunya.

Pada kesempatan yang sama, pembina JPZIS sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah, KH Abbas Ma'ruf, mengungkapkan bahwa gerakan JPZIS Riyadhul Aliyyah sudah dimulai sejak tahun 2009, hanya memang belum memiliki legalitas dari NU Care-LAZISNU dan gerakannya masih bersifat konsumtif.

“Yang kami lakukan ini sudah 10 tahun yang lalu, tapi legalitas dari LAZISNU baru beberapa bulan yang lalu. Yang kami lakukan sifatnya masih konsumtif, seperti santunan. Kita juga ingin ke program yang sifatnya produktif,” ungkap Kiai Abbas

Dirinya juga menyampaikan, ke depan JPZIS Riyadhul Aliyyah akan memprioritaskan program ekonomi yang sifatnya produktif.

 

Baca juga:

Santri Asal Surabaya Ini Terima Bantuan Biaya Pendidikan Kuliah di Al-Azhar Kairo dari NU Care

 

“Jadi ada program tahunan, bulanan, insidental, dan harian. Ada agenda jangka panjang, menengah, dan jangka pendek. Prioritas programnya ekonomi, dan program kesehatan sambil jalan. Ke depan akan ada program kesehatan, yaitu membantu orang yang sakit. Kemudian untuk ekonomi kita ingin adakan bazar murah, entah sebulan sekali atau berapa waktu sekali,” paparnya.

Pembina JPZIS sekaligus pengasuh Ponpes Riyadhul Aliyyah, KH Abbas Ma'ruf menyambut para peserta dan instruktur Madrasah Amil dari PP NU Care-LAZISNU.

Saat ini, lanjutnya, dana yang kami himpun dari infak tiap hari per RT sebesar 500 rupiah, dan bisa menghimpun dan 40 juta dalam waktu kurang dari sebulan, yang itu digunakan untuk santunan.

“Mohon dukungan untuk program-program ke depan, bisa terlaksana dan bermanfaat. Mudah-mudahan dengan doa dari semuanya cita-cita kami tercapai. Amin,” harapnya.

Sementara, Ketua JPZIS Riyadhul Aliyyah, Encep Lukman berharap bisa membangun klinik kesehatan untuk duafa, yang dikelola dari dana ZIS.

"Cita-cita kami, mudah-mudahan bisa seperti JPZIS di Desa Nanggerang di Sukabumi, yang punya klinik ZIS,” ujar Encep.

Dalam acara ini juga dilangsungkan serah-terima zakat perusahaan PT Nusantara Group senilai 90 juta rupiah, melalui NU Care-LAZISNU. Selain itu, JPZIS Riyadhul Aliyyah juga menggelar santunan bagi 200 anak yatim dari empat desa di Kecamatan Caringin. (jms/nucare)

 

 

Baca juga:

NU Care DIY Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Bantul dan Gunungkidul

Responsive image
Other Article
Responsive image