:
:
News
Desa Kahayya Resmi Jadi Program Percontohan Kampung Zakat ke-12

gomuslim.co.id - Pohon kopi, hawa dingin dan kabut tidak bisa dilepaskan dari Desa Kahaya dengan ketinggian 1400mdpl di ujung bulukumba Sulawesi Selatan. Untuk mencapai desa ini harus melalui jalanan terjal dan bebatuan dengan waktu tempuh 2 jam dari pusat kota di kabupaten Bulukumba. Sabtu (7/9) sekitar ratusan orang telah menghadiri "Peresmian Program Percontohan Kampung Zakat" dari perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Agama Pusat dan Se-Provinsi Sulawesi Selatan, Anggota DPRD, Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran pemda kabupaten Bulukumba, BAZNAS, BAZNAS se Provinsi Sulawesi Selatan, dan beberapa Lembaga Amil Zakat Skala Nasional, Seperti IZI, RZ, Wahdah, BMH, Rumah Yatim, Yatim Mandiri, BMH, Nurul Hayat, dan masyarakat desa Kahayya.

Pemilihan desa Kahaya sebagai kampung zakat berdasarkan hasil data Indeks Desa Zakat yang dirumuskan oleh BAZNAS. Dalam indeks tersebut nilai desa Kahaya amat sangat rendah yaitu rata-rata 0.38 dengan skala 0-1 meliputi 5 dimensi yaitu Ekonomi, Kesehatan, Sosial Kemanusiaan, Dakwah, dan Pendidikan sehingga menjadi daerah yang prioritas untuk diberdayakan dan dibantu.

Acara diresmikan oleh Sekertaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa definisi zakat sangatlah luas tidak hanya urusan surga dan neraka semata namun ada unsur kebermanfaatan dan pemberdayaan. Inilah keunikan zakat sehingga besar harapan dana zakat yang bakal dimanfaatkan secara maksimal dan dipertanggung jawabkan kepada mustahik, khususnya di lokasi kampung zakat.

Sementara itu, Fuad Nasar selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf bahwa Kementerian Agama dalam sambutannya sebagai penggagas program Kampung Zakat, merupakan bentuk kegiatan sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, BAZNAS, dan LAZ untuk mendukung program pemerintah khususnya penanggulangan kemiskinan.

"Program ini merupakan bukti nyata dari gerakan pemberdayaan dari zakat sehingga tidak selalu identik dengan kegiatan santunan saja. Dengan adanya program ini di lokasi kampung zakat nantinya kehidupan masyarat bisa lebih sejahtera," ujarnya.

Selaras dengan hal itu, Bupati Bulukumba Muhammad Sukri Sappewali sesaat sebelum dilakukan launching oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam mengutarakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung dan menyampaikan ribuan apresiasi kepada Kemenag, BAZNAS dan LAZ yang mendukung program Kampung Zakat. Bulukumba merupakan daerah yang sudah mempunyai perda terkait zakat profesi, larangan minuman keras dan busana muslim.

Selain itu, Bupati menaruh harapan besar dengan adanya bantuan dari BAZNAS dan LAZ, bisa menjadi pendamping dan mendongkrak obyek wisata dan komoditas kopi kahaya. Karena saya sangat yakin fakta membuktikan bahwa BAZNAS dan LAZ lebih cepat tanggap ketika ada musibah maupun pelayanan dhuafa ketimbang gerakan masyarakat dan program pemerintah daerah. Oleh karena itu saya juga mengharapkan pejabat pemerintah harus berzakat melalui BAZNAS maupun LAZ.

"Saya sudah memulai diri sendiri dan mengajak seluruh di jajarannya untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS maupun LAZ karena zakat adalah kemauan bukan sekedar kerelaan. Dari zakat membangun negeri dan mensejahterakan masyarakat", imbaunya. (rilis/dbs)

 

Baca juga:

Gandeng LAZ, Kampung Zakat akan Berdayakan 150 KK

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store