:
:
News
Lima Rusunawa Santri dan Mahasiswa di Padang Siap Dihuni

gomuslim.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan lima rumah susun sewa (Rusunawa) di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kelima rusunawa untuk mahasiswa dan santri tersebut baru saja diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Selasa (3/9/2019).

Adapun, lima rusunawa tersebut di antaranya Rusunawa Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) sebanyak dua tower, Rusunawa Mahasiswa Universitas Andalas, Rusunawa Santri Pondok Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka II, dan Rusunawa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

"Terima kasih kepada Kementerian PUPR yang sudah menyelesaikan pembangunan Rusunawa ini. Sudah banyak asrama yang dibangun untuk mahasiswa dan santri di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat untuk generasi muda Indonesia,” ujar JK.

Menurut JK, rusunawa atau hunian vertikal merupakan sebuah langkah yang baik untuk membangun pola hunian masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda. Pasalnya, para mahasiswa dan santri mau tak mau harus belajar untuk tinggal di hunian vertikal seiring makin terbatasnya lahan untuk perumahan di masa depan.

Wapres juga meminta pengelola yayasan, pengajar, serta ustaz dan ustazah dipondok pesantren mengajarkan pola pendidikan yang seimbang antara ilmu pasti dan ilmu agama.

 

Baca juga:

Rusun Pondok Pesantren Resmi Diluncurkan di Jambi

 

"Sekolah umum 100% [pengetahuan] umum mungkin 10-20% [porsi pengajaran] agama. Kalau pesantren, 100% agama dan 100% umum. Kita memahami pesantren di samping pengajaran seperti sekolah juga mengajarkan disiplin, kebersamaan, kebersihan, dan juga kedalaman. Maka guru juga mendampingi santri selama 24 jam," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pembina Ponpes Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka II Buya Ahmad Syafii Ma’arif mengatakan pesantren ini baru berdiri, tetapi animo masyarakat ternyata sangat besar.

Dia menuturkan pengurus yayasan merupakan petarung dan bekerja tanpa pamrih. Jika pengurus menerima bantuan mungkin besarannya hanya Rp100 juta. Padahal, rusunawa yang dibangun Kementerian PU PR nilainya bisa sampai Rp300 juta-Rp400 juta.

"Jadi mudah-mudahan dapat memberi rasa percaya. Ketua Yayasan beritahu kepada saya, yang mereka perlukan tinggal satu rusunawa aja. jadi saya sudah bilang Pak JK, nanti akan disampaikan ke Menteri PUPR. kalau itu sudah, mungkin nanti mereka tidak akan minta bantuan lagi," kata Buya Syafii.

Sementara itu, Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR M Hidayat menyatakan, pihaknya akan terus mendorong pembangunan rumah susun di seluruh Indonesia. Rusunawa dibutuhkan untuk mengantisipasi semakin terbatasnya lahan perumahan.

"Kami harap Rusunawa ini bisa bermanfaat bagi Ponpes dan perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka belajar mengajar sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," harapnya. (jms/bisnis/dbs/foto:medcom)

 

Baca juga:

Pondok Pesantren Modern Prof Dr Buya Hamka II Diresmikan, Presiden Jokowi Harap Banyak Pesantren yang Serupa

Responsive image
Other Article
Responsive image