:
:
News
Pemprov Jabar Undang Perwakilan Pesantren dalam Acara Temu Bisnis OPOP

gomuslim.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus mendorong kemandirian ekonomi kreatif dari pesantren. Salah satu upayanya dengan menghadirkan program One Pesantren One Product (OPOP).

Gubernur Jabar, M Ridwan Kamil menuturkan, hampir seluruh aspek kehidupan saat ini sudah disentuh melalui digital. Untuk itu, semua pondok pesantren yang ada di Jabar harus mahir jualan secara online atau dalam jaringan (daring).

Menurut Emil, sapaan akrabnya, program OPOP menjadi salah satu janji kampanye dirinya dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Program ini dilaksanakan selama satu tahun pertama masa jabatannya untuk memajukan pesantren di Jawa Barat agar pesantren bisa mandiri secara ekonomi.

"Ada sekitar seribuan pesanten untuk dibantu agar punya usaha mandiri, sehingga dalam akhir masa jabatan kami, seluruh pesantren kalau bisa ikutan," ujar Emil dalam Acara Temu Bisnis One Pesantren One Product (OPOP) dan Simbolis Penyerahan Hadiah Perwakilan Setiap Ponpes di 27 Kabupaten/Kota di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (03/09/2019).

Emil mengatakan sektor ekonomi Jawa Barat sangat besar seperti laju pertumbuhan ekonominya mencapai sekitar lima persen dan jumlah ini merupakan tertinggi di Indonesia. "Jawa Barat terlalu besar, (ekonomi-nya) jangan hanya dikuasai oleh ekonomi korporasi kita ingin dikuasai oleh ekonomi keumatan. Itu titik simpulnya ada di pondok pesantren," ungkapnya.

Ia menyebut mayoritas pondok pesantren memiliki kemauan untuk memulai usaha atau bisnis, namun tidak tahu bagaimama cara mendapatkan modal, bagaimana memasarkannya dan jenis produk apa yang akan dijual.

"Karena itu, kita ada OPOP ini yakni dengan menolong dan memberikan modal kepada pesantren, membantu mencari pembelinya, sampai diberikan tata cara memanfaatkan online dalam usahanya," katanya.

 

Baca juga:

One Pesantren One Product, Ini Rencana Pemprov Jatim dan Unusa untuk Pemberdayaan Santri

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan sebanyak 1.076 pondok pesantren di Jawa Barat yang menjadi peserta OPOP lolos seleksi tahap satu. Para peserta ini akan menerima hadiah berbentuk temu bisnis, pelatihan, dan pemagangan, bantuan penguatan modal usaha, pendampingan usaha, dan promosi produk melalui pameran.

Kusmana menyebutkan bahwa sebagian besar pondok pesantren di Jabar belum mampu mandiri secara ekonomi untuk membiayai kebutuhan operasional maupun pengembangan sarana dan prasarana pesantren.

Kusmana berharap, melalui OPOP, ponpes dapat memasarkan produknya secara regional, nasional, dan internasional. Karena itu, pihaknya akan melibatkan sekitar 40 off-takers untuk berkolaborasi dalam program tersebut.

“OPOP saat ini telah memasuki tahap temu bisnis dengan para pengusaha dan berbagai merek terkenal di Tanah Air,” ungkapnya.

Adapun, merek-merek tersebut antara lain ShafCo, TransMart, Aprindo, Pegadaian, Bio Farma, Tokopedia, Gakopsyah, Kadin, Best Brand, Yogya, Belibu, Ran, PT. Inti, BJB Sy, BukaLapak, Asephi, Sindangreret, Ampera, Hisana, Inagri, Superindo, Pindad, Kunafe, Floating Market, BNI Sy, Kartika sari, Angkasa Pura, ICSB, Amanda, Chocodot, Primarasa, Asabri, Blibli, GDAS, Len dan Telkom. (jms/antara)

 

Baca juga:

Pemprov Jabar Dorong Ekonomi Umat Lewat Program One Pesantren One Product

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store