:
:
News
JIC Akan Gelar Bedah Buku Riset Majelis Taklim Kitab Kuning

gomuslim.co.id - Jakarta Islamic Centre (JIC) akan menggelar Diskusi Islam Ibukota dengan tema “Bedah Buku Hasil Riset Majelis Taklim Kitab Kuning di Jakarta 2016 sampai  dengan  2018”. Menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Dr KH Ahmad Baso, KH Misbahul Munir, MA dan Rakhmad Zailani Kiki SAg, MM.  Pembahas adalah Hj Badrah Uyuni MA, dan moderator Ahmad Syalabi. 

Acara tersebut akan digelar di Ruang Audio Visual 1 JIC, Jakarta, pada Kamis (29/8/2019). Drs KH Ahmad Shodri HM selaku Kepala Badan Manajemen JIC mengungkapkan jika JIC ini memiliki peran yang penting dalam mengkaji aspek-aspek kehidupan masyarakat yang sangat erat hubungannya dengan aspek ibadah dan keagamaan.

“Keberadaaan majelis taklim kitab kuning di Jakarta hingga saat ini, bisa diibaratkan sebagai sumur yang tidak pernah kering. Airnya selalu ditimba oleh masyarakat setiap saat untuk menghilangkan haus dan dahaga akan ilmu dan spirit perjuangan keislaman,” ungkapnya.

 

Baca juga :

SQABM Gelar Dauroh Pelatihan Baca Kitab dan Bahasa Arab

 

Sejalan dengan hal tersebut Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC, Rakhmad Zailani Kiki, menuturkan jika kajian atau riset yang dilakukan JIC ini dalam ruang lingkup majelis taklim kitab kuning yang diselenggarakan dan atau difasilitasi oleh masyarakat. Bukan yang diselenggarakan atau difasilitasi oleh pimpinan atau pejabat pemerintahan.

Sedangkan, objek dari kajian majelis taklim kitab kuning konvensional dan online ini adalah majelis taklim yang menyelenggarakan pengajian untuk satu atau beberapa kitab kuning yang berdomisili atau dikelola dari Jakarta dan memiliki sanad (genealogi intelektual).

”Kajian majelis taklim kitab kuning konvensional di DKI Jakarta dilakukan oleh JIC dari tahun 2016 sampai tahun 2017 dengan jumlah 234 majelis taklim kitab kuning. Sedangkan untuk kajian majelis taklim kitab kuning online dilakukan pada tahun 2018 dengan jumlah sembilan  majelis taklim kitab kuning online yang terbaik di medianya masing-masing,” jelasnya. (waf/republika/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image