:
:
News
Mahasiswa Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren se-Indonesia Deklarasikan Cinta Tanah Air

gomuslim.co.id – Silaturahim Nasional (SILATNAS) Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia kembali digelar. Agenda yang menghadirkan Presiden BEM Perguruan Tinggi berbasis Pesantren se-Indonesia seperti; PP Darussalam Gontor, PP Al Amin Prenduen Madura, PP Tebuireng Jombang, PP Hidayatullah, dan beberapa Pondok Pesantren di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatera bertempat di Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam agenda tersebut, peserta Silatnas BEM Pesantren 2019 se-Indonesia, mendeklarasikan ketaatannya dalam menjunjung tinggi nilai NKRI. Deklarasi cinta tanah air tersebut, menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian yang senantiasa merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Disaksikan oleh Wakapolres Banyuwangi dan sejumlah tokoh serta ratusan mahasiswa IAIDA Darussalam Blokagung, deklarasi digaungkan dengan enam poin yang terlahir.

Presidium Nasional Halaqah BEM Pesantren se-Indonesia Busro Abadin mengajak seluruh mahasiswa santri untuk menolak segala unsur perpecahan. Dimana perpecahan hanya akan melahirkan deskriminasi dan ketidakharmonisan antar generasi bangsa.

 

Baca juga:

HMI Bekasi Lantik Ahmad Mustofa Kamal sebagai Pemimpin Baru HMI

 

"Sesama generasi bangsa, kita harus menerima perbedaan yang tersatukan dalam payung NKRI," katanya.

Sementara, Wakapolres Banyuwangi Kompol Andi Yudha mengaku senang dan bangga dengan apa yang sudah dilakukan mahasiswa pesantren tersebut. Menurutnya, mereka bakal menjadi agen stimulan yang mempengaruhi kepada mahasiswa lainnya.

Dirinya berpendapat, dengan adanya penguatan BEM di lingkup pondok ini merupakan sebuah kekuatan baru dalam pemanfaatan untuk melindungi keutuhan bangsa Indonesia.

Dalam deklarasi yang dibarengi dengan seminar revolusi industri 4.0 tersebut, Kompol Andi juga berpesan, bahwasanya pengawasan penggunaan teknologi 4.0 ini bila diberikan kepada Kominfo atau Kepolisian tentu tidak akan bisa.

"Karena kontroling ini ada pada diri masing-masing pengguna. Dengan adanya seminar ini, harapan kami, ketika nanti para santri ini menciptakan sesuatu inovasi yang baru, tidak meninggalkan asas memanfaatan bagi orang banyak," katanya.

Menggunakan internet untuk menuju Indonesia maju. Yakni dengan memanfaatkan kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual. Dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor yang membutuhkan pengumpulan data mentah agar menghasilkan informasi konteks bernilai tinggi

Silatnas BEM Pesantren 2019 bersama Gabungan mahasiswa Pesantren Darussalam ini, diharapkan bakal menjadi terobosan baru bagi mahasiswa pondok khususnya, untuk menjadi promotor pelaku industri modern. Dengan memperhatikan nilai-nilai cinta Tanah Air yang terkandung dalam NKRI sebagai dasar pertimbangannya. (nov/dbs/timesindonesia)

 

Baca juga:

Lantik Pengurus Baru, KAMMI Turki Tingkatkan Literasi dan Prestasi Akademik untuk Kemajuan Indonesia

Responsive image
Other Article
Responsive image