:
:
News
World Halal Council Umumkan Dukungan untuk Agen Sertifikasi Halal Baru di Indonesia

gomuslim.co.id - Keputusan Pemerintah Indonesia untuk secara langsung mengendalikan dan mengelola Sertifikasi Halal di bawah BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) disambut oleh World Halal Council (WHC).

WHC berharap bahwa Pemerintah Indonesia dan Badan Sertifikasi Produk Halalnya, BPJPH akan sekali lagi mengembalikan kepercayaan masyarakat Muslim Indonesia, persaudaraan Sertifikasi Halal Internasional dan Industri & Konsumen Halal Global dalam komitmennya untuk menegakkan integritas halal.

World Halal Council mengucapan selamat dan memberikan dukungan penuh kepada BPJPH dan berjanji untuk memberikan setiap bantuan melalui jaringan globalnya untuk memfasilitasi transisi yang lancar dan sukses.

Selain itu, terkait sertifikasi produk halal, Kepala BPJPH, Sukoso menegaskan setiap barang yang diproduksi, selain terjamin kehalalannya juga harus memenuhi standar halal. Pada titik ini, BPJPH perlu bekerja keras untuk mensosialisasikan soal standar halal kepada pelaku usaha maupun produsen.

“Bukan hanya barang yang diproduksi harus memenuhi standar halal, tetapi pelaku usaha atau produsen harus jujur dan berkomitmen dalam memelihara dan menjaga mata rantai proses produk halal (PPH) sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” jelas Sukoso di Jakarta, Selasa, (30/07/2019).

Menurut Sukoso, akreditasi lembaga sertifikasi halal atau lembaga pemeriksa halal mengacu pada standar SNI ISO/IEC 17065, SNI ISO 22000, dan SNI ISO/IEC 17021 dan persyaratan tambahan di Dokumen Pendukung Lembaga Sertifikasi (DPLS) No. 21.

Proses sertifikasi juga didukung oleh pengujian produk yang dilakukan oleh laboratorium pengujian  terakreditasi berdasarkan SNI ISO/IEC 17025. Di tingkat perusahaan (barang dan jasa), sertifikasi produk halal mengacu ke standar, di antaranya SNI 99001:2016 Sistem Manajemen Halal.

 “Indonesia juga memiliki standar halal yang dikeluarkan Badan Standar Nasional (BSN) meliputi: SNI 99003:2017 untuk Penyembelihan Halal pada Ruminansia (Hewan Pemamah Biak, red.) dan SNI 99002:2016 tentang Penyembelihan Halal pada Unggas. BSN akan merumuskan dan menetapkan SNI terkait metode pengujian untuk dijadikan acuan laboratorium pengujian produk halal,” jelasnya. (fau/halalfocus/dbs)

 

 

Baca juga:

Perhatikan Standar Halal Indonesia, BPJPH Sosialisasi Refleksi Premium Quality

Responsive image
Other Article
Responsive image