:
:
News
Wapres JK: Renovasi Masjid Istiqlal Harus Perhatikan Kebutuhan Disabilitas

gomuslim.co.id - Masuk melalui pintu Al Malik Masjid Istiqlal, Wapres beserta rombongan langsung mengunjungi maket Masjid Istiqlal, lalu ke mihrab ruang utama masjid. Bagian akhir yang ditinjau Wapres adalah selasar masjid pada pintu Ar Rozaq

Wapres mengapresiasi progres renovasi yang tengah berlangsung. Menurut Wapres, renovasi Masjid Istiqlal tidak untuk mengubah bangunan masjid yang termasuk cagar budaya.

“Kita tidak bermaksud mengubah warisan dari Bung Karno ini,” ungkap Wapres, Kamis (22/08).

Wapres menambahkan, renovasi Masjid Istiqlal dimaksudkan untuk memperindah bangunan masjid. “(kita) hanya mengkinclongkan, mempercantik, serta membuat lebih efektif,” imbuhnya.

Renovasi juga mempertimbangan penyandang disabilitas agar dapat beribadah dengan nyaman di Masjid Istiqlal. “Ada lift khusus untuk penyandang disabilitas,” ungkap Wapres.

Selain Menag, tampak hadir mendampingi Wapres, Menpan RB Syafruddin, Menkominfo Rudiantara, serta Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Asep Saepudin.

Diketahui, Masjid Istiqlal kini tengah direnovasi secara menyeluruh. Renovasi dilakukan untuk pertama kalinya dari sejak diresmikan pada 1978.

Kontrak renovasi masjid ditandatangani dua perusahaan BUMN, yaitu: PT.Waskita Karya selaku Kontraktor Pelaksana dan Manajemen Kontruksi oleh PT. Virama Karya. Total nilai pekerjaan Rp 465.300.000.000,-.

Ada lima ruang lingkup pekerjaan renovasi Masjid Istiqlal, yaitu: penataan kawasan, arsitektur, interior, renovasi sistem mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP) dan signage.

Sebelumnya, jelang perayaan Idul Adha tahun ini, Masjid Istiqlal Jakarta akan meningkatkan layanan keagamaan bagi jemaah, khususnya para penyandang disabilitas. Komitmen tersebut rencananya ditunjukkan pada gelaran shalat Idul Adha pada 11 Agustus 2019.

Syamsuddin HA, Wakil Kepala Bidang Riayah Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), mengatakan, Masjid Istiqlal sesungguhnya sudah menyediakan sarana bagi para tunadaksa, khususnya sejak ada bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2008. Sarana itu meliputi lift khusus dan tempat wudhu khusus.

Hal demikian ia sampaikan di sela-sela acara diskusi terbatas “Masalah-masalah Aktual Bidang Paham Keagamaan Islam” yang berlangsung di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama di Jakarta, Senin (05/08/2019).

“Sayangnya peruntukkan layanan tersebut belum maksimal. Dan kadang tidak terpakai ketika shalat Id karena Pintu ar-Rahman (untuk akses kaum difabel) seringkali diharuskan steril oleh protokol Istana karena kunjungan presiden atau wakil presiden,” ujarnya.

Pada 10 Dzulhijah 1440 Hijriah kali ini akses tersebut diusulkan dibuka. Tak hanya itu, Masjid Istiqlal juga akan menyediakan penerjemah dalam bahasa isyarat bagi para tunarungu untuk bisa mengakses materi khutbah. Syamsuddin menyadari, sebagai masjid terbesar se-Asia Tenggara, Masjid Istiqlal punya tanggung jawab memberi contoh bagi masjid-masjid lain di Indonesia.

 

 Baca juga:

Jelang Idul Adha, Masjid Istiqlal Siapkan Fasilitas untuk Jemaah Difabel

 
 
Responsive image
Other Article
Responsive image