:
:
News
Ini Alasan Pemprov Jabar Tarik Raperda Pendidikan Keagamaan

gomuslim.co.id – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pendidikan Keagamaan ditarik kembali Pemprov Jawa Barat (Jabar). Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil dalam Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama terhadap KUPA-PPAS Perubahan TA 2019 dan KUA-PPAS TA 2020, di Gedung DPRD Jawa Barat jalan Diponegoro Kota Bandung.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menyampaikan terima kasih atas kinerja Pansus II DPRD Jawa Barat dalam pembahasan Raperda tentang Pendidikan Keagamaan yang telah mencurahkan segala pemikirannya melalui pelaksanaan serangkaian pertemuan, studi banding, konsultasi dan pembahasan raperda bersama-sama unsur Pemprov Jawa Barat.

Menurutnya, tujuan Raperda tentang Pendidikan Keagamaan adalah dalam rangka memfasilitasi pendanaan penyelenggaraan pendidikan keagamaan, memperkuat aspek kelembagaan pendidikan keagamaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia tenaga pendidik pada lembaga pendidikan keagamaan.

Kemudian untuk meningkatkan kualitas peserta didik dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama, dan meningkatkan profesionalitas, dan akuntabilitas pengelola satuan pendidikan keagamaan di Provinsi Jawa Barat.

 

Baca juga:

Lembaga Pemeriksa Halal Resmi Diluncurkan Syarikat Islam Jabar

 

“Namun, pada tahapan konsultasi kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan DPR RI memberikan masukan dan saran agar pembahasan raperda tentang pendidikan keagamaan menunggu ditetapkannya undang-undang tentang pesantren, mengingat urusan agama merupakan urusan absolut pemerintah pusat, terlebih rancangan undang-undang pesantren sudah pada tahap penyiapan draft final, dan menurut agenda akan ditetapkan pada bulan Oktober 2019,” ujarnya, Kamis (22/08/2019).

Emil mengatakan menyikapi penarikan kembali raperda pendidikan keagamaan dan dengan mempertimbangkan bahwa maksud dan tujuan untuk mengatur pendidikan agama dan pendidikan keagamaan merupakan program strategis Provinsi Jawa Barat yang telah tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat tahun 2018-2023.

"Kami mohon perkenan dan dukungan bahwa pengaturan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan dapat dilakukan dalam bentuk peraturan gubernur," tuturnya. (jms/antara)

 

Baca juga:

Revitalisasi Waduk Jatiluhur, Kang Emil Siap Bangun Masjid dan Hotel Terapung

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store