:
:
News
Kemendagri Saudi: Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Sukses

gomuslim.co.id - Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebutkan pelaksanaan haji tahun ini berjalan sukses. Hal tersebut ditandai dengan lancarnya pergerakan jemaah haji diantara Kota Makkah dan tempat-tempat suci.

Juru bicara kementerian, Mayjen Mansour Al-Turki, mengatakan pengaturan keamanan untuk para peziarah sudah sempurna. Ia menyebut tidak ada laporan insiden yang tidak diinginkan ketika jemaah turun dari Arafah, ke Muzdalifah dan kembali lagi ke Mina di mana mereka akan tinggal selama satu atau dua hari.

Mansour menambahkan tidak ada kasus penyerbuan di Jamrat. Mulai Senin, para peziarah memulai hari pertama Tashriq. Selanjutnya jemaah akan melemparkan batu ke Setan (lempar jumroh), menyembelih hewan kurban dan melakukan Tawaf Al-Ifadah di Masjidil Haram.

"Pergerakan para peziarah berjalan dengan sangat selaras sesuai dengan rencana keamanan yang mencakup pemantauan gerakan mereka dengan kamera digital dan dari udara dengan pesawat," katanya seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazzate, Senin (12/08/2019).

Juru bicara keamanan umum Haji, Brig. Sami Al-Shuwairikh, mengatakan pihaknya telah menemukan sebanyak 288 kantor haji palsu. Para pemiliknya akan diserahkan kepada Jaksa Agung sebelum dikirim ke pengadilan.

Dia mengatakan 40.352 orang tanpa izin haji dikirim kembali dan 244.485 mobil juga dikembalikan dari pos pemeriksaan karena mereka tidak memiliki izin untuk masuk ke situs suci.

Juru bicara itu mengatakan total 7.027 ekspatriat ditemukan telah melanggar aturan dan peraturan haji dan pihaknya sudah mengambil sidik jari mereka. Dia menambahkan bahwa 130 orang yang telah menyediakan transportasi bagi para peziarah ilegal, akan dihukum sesuai aturan.

Dia mengatakan 533.006 orang di Ihram mereka dikirim kembali dari Makkah dan dicegah memasuki situs-situs suci untuk melakukan haji.

 

Baca juga:

Masya Allah, Jemaah Haji asal Libya Ini Lahirkan Bayi di Arafah

 

Juru Bicara Kepresidenan Keamanan Negara Mayjen. Bassam Attiyah mengatakan 50 tahanan di penjara intelijen dimungkinkan untuk melakukan ibadah haji bersama keluarga mereka. "Para tahanan memiliki hak untuk melakukan haji di bawah aturan dan peraturan Syariah," tambahnya.

Sementara itu, Hatim Qadhi, juru bicara Kementerian Haji dan Umrah mengatakan sebanyak 15.000 jemaah yang tersesat, termasuk 3.700 di Mina, dipandu ke tempat akomodasi (tenda) mereka. Selain itu, bus antar-jemput telah mengangkut lebih dari 800.000 peziarah.

“Mayoritas jamaah haji yang tersesat berada di Arafah, termasuk empat anak. Para peziarah meninggalkan tenda mereka untuk pergi ke Jabal Al-Rahma (gunung rahmat) tetapi tidak dapat kembali ke tenda masing-masing,” katanya.

Juru Bicara Lieut.Col Pertahanan Sipil. Mohammed Al-Hammadi mengatakan tidak ada kematian atau cedera yang disebabkan oleh hujan di Makkah. Beberapa peziarah diselamatkan dengan menggunakan pesawat. "Namun, kasus ini sangat sedikit," tambahnya.

Mohammed Al-Abdulaal, juru bicara Kementerian Kesehatan, mengatakan tidak ada kasus epidemi sejauh ini di antara para jemaah. "Selama musim haji, kami menyediakan layanan kuratif untuk 368.410 peziarah termasuk 29 operasi jantung terbuka dan 1.949 dialisis ginjal. Total ada 2.932 peziarah dirawat di rumah sakit,” tutupnya. (jms/saudigazzate)

 

 

Baca juga:

Setelah Shalat Maghrib, Jemaah Haji Mulai Berangkat ke Muzdalifah

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store