:
:
News
PPIH Arab Saudi: 35 Ribu Jemaah Haji Indonesia Ikut Tarwiyah

gomuslim.co.id - Puluhan ribu orang jamaah haji indonesia berencana untuk melakukan sunah tarwiyah. Angka tersebut berdasarkan data yang diterima oleh PPIH Arab Saudi Daker Makkah.

Menurut Pelaksana Tugas Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Yendra Al Hamidy, berdasarkan data yang diterima hingga Kamis (8/8) pukul 15.00 WAS, ada 35.316 jemaah yang melapor ingin melakukan sunah tarwiyah. Di mana, mereka melapor ke masing-masing kepala sektornya.

"Ada 35.316 jemaah yang melapor ingin melakukan sunah tarwiyah," kata Yendra, Kamis (08/08).

Menurut Yendra, jumlah itu masih belum final. Karena, pihaknya hari ini masih menunggu laporan jemaah yang ingin melakukan sunah tarwiyah.

Sementara, Kepala PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Subhan Cholid, jemaah haji yang ingin melaksanakan sunah tarwiyah akan berangkat dari hotelnya di Makkah ke Mina pada Kamis (8/8) sore. Adapun batas akhirnya yaitu hingga Kamis (8/8) malam.

"Kalau Jumat pagi sudah tidak bisa karena itu sudah jadwal jemaah haji dari Makkah yang ke Arafah," kata Subhan.

Menurut Subhan, para jemaah haji yang melakukan sunah tarwiyah akan menginap di tenda Mina. Di sana, mereka akan dilayani oleh pihak Maktab.

"Makanan sudah tersedia di sana. Dilayani oleh pihak Maktab," kata Subhan.

 

Baca juga:

Jelang Wukuf 10 Agustus, Ini Imbauan Persiapan untuk Jemaah Haji Indonesia

 

Tarwiyah merupakan sebutan untuk salah satu amalan sunnah dalam rangkaian ibadah haji. Sesi ini dilaksanakan pada hari kedelapan bulan Dzulhijjah. Jemaah yang melakukannya menapak tilas perjalanan Nabi Muhammad SAW, dari Makkah ke Mina, menempuh jarak sekira 14 kilometer. Kemudian, jemaah kembali ke Arafah untuk mengikuti wukuf.

Terkait hal ini, Subhan mengatakan, PPIH Arab Saudi tak memfasilitasi jemaah haji yang ingin melaksanakan tarwiyah. Sebab, pemerintah berfokus pada pelaksanaan wukuf, yang tak lain puncak haji.

"Ada sebagian jemaah yang akan melaksanakan tarwiyah yang merupakan salah satu sunah dalam ibadah haji. Namun, pemerintah Indonenesia tak melaksanakan, mengagendakan, dan memprogramkan pelaksanaan ibadah tarwiyah untuk seluruh jemaah haji Indonesia," kata Subhan.

Subhan menjelaskan, pertimbangan pemerintah dalam hal ini adalah pelaksanaan tarwiyah berlangsung pada 8 Dzulhijah atau satu hari menjelang wukuf di Arafah.

Sementara itu, wukuf di Arafah adalah rukun haji dengan waktu yang sangat pendek. "Dengan pertimbangan keabsahan haji, pemerintah berkonsentrasi pada rukun hajinya yaitu wukuf di Arafah," jelas Subhan.

Menurut dia, jika PPIH berkonsentrasi pada tarwiyah, dikhawatirkan ada sebagian jamaah karena satu dan lain hal tidak bisa melaksanakan wukuf. Maka, tarwiyah menjadi pilihan bagi jemaah, pemerintah tidak melaksanakan prosesi tarwiyah itu sendiri.

Untuk diketahui, jelang puncak haji 2019, berdasarkan sidang isbat penetapan tanggal 1 Dzulhijjah Pemerintah Arab Saudi umumkan akan jatuh pada Jumat 2 Agustus 2019. Kemudian pelaksanaan wukuf di Arafah jatuh pada 10 Agustus mendatang. (mch/hajikemenag)

 

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store