:
:
News
26 UKM Binaan Bogasari Terima SJH dari LPPOM MUI DKI Jakarta

gomuslim.co.id – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) DKI Jakarta memberikan sertifikat Sistem Jaminan Halal (SJH) kepada 26 UKM binaan Bogasari. SJH ini nantinya menjadi salah satu syarat utama bagi UKM untuk mendapatkan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI.

Seperti diketahui, Indonesia akan mulai menerapkan peraturan wajib memiliki sertifikat halal produk bagi para UKM pada Oktober 2019. Hal tersebut sebagai mandatori dari UU no 33 tahun 2019 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang, mengatakan, sebagai produsen tepung terigu, Indofood berusaha membantu UKM terkait pembuatan sertifikasi halal. “Bogasari senantiasa membantu para UKM untuk menjawab berbagai tantangan zaman yang memang dibutuhkan untuk meningkatkan usaha,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (31/7/2019).

Pria yang akrab disapa Franky Welirang ini menambahkan, UKM perlu meningkatkan kompetensi yang dimulai dengan edukasi dan pelatihan. Seperti tentang makanan, teknologi, pemasaran digital, dan berbagai peraturan yang ditetapkan Pemerintah termasuk soal sertifikat halal.

Ssebagai langkah awal Bogasari akan membantu sertifikasi halal para UKM mi yang sudah memiliki paguyuban mulai dari sosialisasi, pelatihan sertfikasi, proses audit, dan pemenuhan persyaratan lainnya.

“UKM ini harus memiliki paguyuban dan siap mengikuti seluruh tahapan sertifikasi yang disyaratkan LPPOM MUI. Bogasari akan terus mendampingi sampai UKM berhasil meraih sertifikat halal tersebut,” jelasnya.

 

Baca juga:

LPPOM MUI: Resto dan Dapur Halal Dukung Pengembangan Wisata Halal

 

Proses pembuatan sertifikat halal kolektif bagi UKM pengrajin mi yang tergabung dalam Paguyuban Mie Ayam Tunggal Rasa Garamiro Jakarta, diawali dengan sosialisasi dari LPPOM MUI DKI Jakarta.

Pemilik UKM Mie Ayam Kondang yang juga Ketua Paguyuban Mie Ayam Tunggal Rasa Garamiro Jakarta, Pandiono, mengapresiasi kerja sama Bogasari dengan UKM dalam hal sertifikasi halal karena mayoritas anggota baru pertama kali. Ia mengatakan sertifikat halal adalah kebutuhan bagi UKM.

“Jadi, tolong sertifikat SJH, jangan sampai hilang. Jika nanti ada yang mau memperpanjang sertifikat halal, bisa langsung mulai dari proses audit. Tapi, jika sertifikat SJH-nya hilang, maka harus mulai dari awal lagi dan harus mengikuti pelatihan SJH kembali,” ucap Pandiono.

"Jadi tolong sertifikat SJH, hasil bantuan Bogasari ini dijaga baik-baik, jangan sampai hilang," katanya.

Jika nanti ada yang mau memperpanjang sertifikat halal, bisa langsung mulai dari proses audit. Tapi jika sertifikat SJHnya hilang, maka harus mulai dari awal lagi dan harus mengikuti pelatihan SJH kembali.

Hal senada disampaikan, pemilik Mie Ayam Gajah Mungkur, Sahlan. Sahlan mengapresiasi kepedulian Bogasari kepada UKM karena mau melindungi dan menjaga usaha para UKM. (jms/rls/tribun)

 

 

Baca juga:

Edukasi Terkait Produk Halal, BMOIWI Gelar Sosialisasi

 

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store