:
:
News
Dibiayai Arab Saudi, Adik Korban Penembakan di Masjid Christchurch Ini Berangkat Haji

gomuslim.co.id – Saudara dari Hussein Al-Umari, korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, akan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Dia adalah Aya Al-Umari, perempuan berusia 33 tahun yang juga korban terluka dalam serangan teroris pada 15 Maret lalu.

"Saudaraku akan sangat senang karena aku akan memenuhi panggilan suci untuk menjalankan ibadah pada minggu depan," kata Aya Al-Umari sembari bersedih ketika mengingat kakak laki-lakinya yang terbunuh seperti dilansir dari publikasi Stuff, Rabu (31/07/2019).

Aya merupakan satu di antara 200 orang yang meninggal dan terluka dalam serangan. Ia akan pergi ke Makah untuk ibadah haji dengan dibayar oleh pemerintah Arab Saudi.

Aya bersama Hussein sendiri datang ke Selandia Baru bersama orang tuanya dari UEA pada tahun 1997. Ketika itu, keduanya masih berusia 10 tahun dan 12 tahun.

Hussein adalah seorang pekerja pariwisata yang terbunuh saat menghadiri sholat Jum'at Al Noor pada 15 Maret 2019. "Kematiannya telah memperkuat iman saya," kata Aya tentang kesyahidan kakaknya.

 

Baca juga:

Raja Salman Undang Keluarga Korban Serangan Teror di Masjid Christchurch untuk Beribadah Haji

 

Ia mengaku semakin semangat belajar Islam. Contoh tentang ibadah haji, jika sebelumnya Aya tahu poin holistik dari haji, maka kali ini dia meneliti tentang apa dan mengapa umat Islam melakukannya. “Itu adalah perasaan yang tidak akan pernah saya rasakan sebelumnya, sama sekali," katanya.

Bagi Aya, perjalanan haji seperti ‘mimpi jauh yang tidak mungkin menjadi kenyataan karena biayanya sekitar $ 15.000. Sebagai bentuk persiapan, Aya telah mengunduh aplikasi telepon haji untuk perjalanan spiritualnya. Ia yakin hal tersebut akan membantunya yang masih dalam proses berduka.

"Saya pikir kehadirannya akan bersama saya sepanjang waktu. Alhamdulillah begitu banyak berkah yang keluar darinya dan ini adalah salah satunya," katanya.

Aya berharap untuk tinggal sekitar dua minggu dan menyelesaikan kunjungan ke tempat-tempat suci selama lima atau enam hari.

"Ini sangat cocok untukku secara pribadi. Aku merasa belum berduka karena sangat sibuk, dan hampir kehabisan tenaga. Kemudian ini datang dan akan membantu menjemputku dan memberiku rasa ketenangan," ungkapnya. (jms/stuff/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Gelombang 1 Calon Jemaah Haji Asal Palestina Berangkat dari Bandara Mesir

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store