:
:
News
Kajian Keluarga Islami: Ustadzah Yulia Karmiluwati Berbagi Tips Atasi Masalah Jadi Berkah

gomuslim.co.id – Hijab Motion kembali menggelar Kajian Rutin Keluarga Islami (Karugami) bulanan di Aula Mabrur Annisa Travel, Jakarta Selatan, Sabtu (27/07/2019). Kajian bertema ‘Mengatasi Masalah Menjadi Berkah’ ini menghadirkan narasumber utama, Ustadzah Yulia Karmiluwati.  

Dalam pemaparannya, Ustadzah Yulia menjelaskan bahwa menjadi seorang muslim atau muslimah tangguh berarti harus siap berada di atas masalah. Artinya, dia mampu mengatasi masalah dan menjadi bagian dari solusi tanpa menimbulkan masalah baru.

“Kalau masalah itu sebagai ujian, jangan mengaku sebagi orang beriman kalau tidak mau diuji sama Allah. Masalah akan menjadi jadi berkah kalau kita banyak ilmunya. Paham ilmunya. Karena ilmu itulah yang dinamakan hikmah,” jelasnya.

Spiritual Motivator dan Islamic Parenting ini mengatakan setiap orang pasti memiliki masalah, baik mereka yang sudah menikah atau belum. Namun, perlu diingat bahwa masalah itu selalu datang secara tiba-tiba, tanpa ada pemberitahuan kepada yang menerimanya. Maka dari itu, ilmu sangat penting untuk mengatasi masalah apa pun dalam kehidupan.  

Ia menjelaskan bahwa dalam Alquran, anak dan pasangan mempunyai empat macam kedudukan. Pertama, sebagai fitnah atau ujian dan cobaan. Mereka adalah amanah yang perlu dijaga karena akan menguji terhadap keimanan.

 

Baca juga:

Bertema 'Cerdas Mendidik Anak Tanpa Marah', Begini Penjelasan Abi Fakhri Nabhan Rabbani di Karugami Hijab Motion

 

Kedua, sebagai zinnatun atau perhiasan yang membuat senang dan bahagia orangtuanya. Ketiga, sebagai qurrata a’yun atau penyejuk mata dan hati. Keempat, aduwun atau musuh yang bisa melalaikan dan menjerumuskan ke dalam hal-hal yang dilarang agama.

“Kita harus tahu empat hal ini dari anak dan pasangan. Jadi bisa lihat orang terdekat kita itu sebagai apa? Apakah sebagai perhiasan, penyejuk hati, ujian atau justru musuh yang menjerumuskan?,” katanya.

Untuk itu, belajarlah untuk selalu mencintai, melayani, dan memberi yang membahagiakan orang lain. Cobalah menerima takdir Allah dengan terus menerima kebaikan-kebaikan dari-Nya. Tidak shu’udzan sekalipun masalah terus menghantui. Dengan begitu, kebahagiaan akan diraih.

“Biasakan untuk BMT. Bicara yang baik, penuh manfaat, dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Maka hidup akan lebih bahagia dan berkah,” ungkapnya. (jms)

 

 

Baca juga:

Kajian Keluarga Islami: Ini Tiga Hal Utama Agar Puasa Lebih Bernilai

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store