:
:
News
Himpun Dana 178 Ribu Dolar, Masjid Pertama Queenstown Selandia Baru Segera Dibangun

gomuslim.co.id – Kota Queenstown di Selandia Baru akan segera memiliki masjid pertama. Saat ini dana untuk pembangunan masjid telah terhimpun lebih dari $ 178.000. Komunitas Muslim lokal berharap masjid segera berdiri agar tidak lagi menyewa bangunan rumah ibadah lain untuk shalat Jumat.

Salah satu muslim, Philippe Saint-Pere mengatakan, selama ini umat Islam masih kesulitan untuk ibadah. Setiap hari Jumat sebelum sholat berjamaah, keluarga Saint-Pere bersama 70 Muslim Queenstown mencari rumah ibadah untuk berkumpul.

Anggota Queenstown Islamic Centre biasanya ibadah di rumah, di gereja-gereja yang disewa, atau mengemudi selama berjam-jam untuk sampai ke masjid terdekat. “Kami dapat menyewa ruang gereja untuk sholat Jum'at, tetapi tidak selalu ada,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Radio New Zealand, Jumat (26/07/2019).

Menurut ayah tiga anak ini, sebuah masjid baru akan memberi umat Islam tempat untuk berkumpul sebagai sebuah komunitas dan mengajarkan pendidikan agama kepada anak-anak.

Di sisi lain, komunitas Muslim lokal berharap memiliki masjid sendiri untuk menyambut pengunjung Muslim ke kota yang semakin banyak. Hal ini diungkapkan presiden Islamic Center, Mohammed Nadeem yang mengaku selalu mendapat pertanyaan tentang tempat shalat.

"Saya mendapat telepon hampir setiap hari. Kemarin saya mendapat telepon dan hari ini juga, orang-orang memanggil saya dan bertanya tentang tempat-tempat di mana mereka dapat memiliki makanan halal, dan waktu ibadah," kata Nadeem.

Ide Penggalangan Dana

Halaman crowdfunding pada situs web Launchgood dimulai Mei lalu, setelah tiga Muslim Auckland mengunjungi Queenstown. Mereka kemudian memutuskan untuk membantu saudara sesama muslim untuk pembangunan masjid.

"Tanggapannya luar biasa. Sumbangan datang dari seluruh dunia, dan melewati target awal sebesar $ 140.000," kata Saint-Pere.

Dalam situs web tersebut, tragedi pembantaian Christchurch pada Maret lalu menjadi alasan utama mengapa komunitas Muslim Queentown sangat membutuhkan tempat untuk berkumpul. Sedangkan alasan lainnya adalah jarak yang ditempuh beberapa dari mereka untuk sampai ke masjid lain.

 

Baca juga:

18 Masjid Massachusetts Gelar Kampanye Open Mosque Day 2019

 

Sementara Nadeem mengatakan bahwa hanya ada satu masjid di Southland, di Invercargill yang membutuhkan waktu sekitar dua jam setengah untuk pergi ke sana. “Yang lain di Dunedin, tiga setengah jam perjalanan. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas semua sumbangan yang telah dikumpulkan," ungkapnya.

Muslim lainnya, Abir Hossain juga menyambut baik hasil pengumpulan dana untuk pembangunan masjid tersebut. Pemilik restoran kebab Turki ini mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mendirikan masjid.

“Ini pertanda sangat baik bahwa Queenstown tumbuh, lebih banyak orang akan datang. Jadi, jika ada tempat di mana orang bisa berkumpul, maka mereka bisa tahu lebih banyak dan berkumpul lebih banyak lagi," ujarnya.

Adapun, tantangan terbesar bagi komunitas adalah mengamankan situs sentral di pasar perumahan kompetitif Queenstown. “Sangat sedikit tempat yang tersedia dan ada juga unsur biaya. Dan itu pun harus mendapat persetujuan sebagai tempat ibadah,” kata Hossain.

Penggalangan dana masjid sendiri akan ditutup pada akhir minggu depan. Hossain mengatakan komunitas muslim akan bertemu akhir minggu ini untuk membahas rencana selanjutnya.

Untuk diketahui, Queenstown merupakan salah satu tujuan wisata utama yang terletak di barat daya Pulau Selatan di Selandia Baru.

Di sana, ada komunitas Muslim kecil seiring dengan meningkatnya jumlah Muslim yang mengunjungi negara itu. Karena tidak ada masjid di kota ini, para pelancong Muslim biasanya disarankan untuk melakukan shalat di kamar hotel mereka bila memungkinkan. (jms/radionewzealand/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Dukung Umat Muslim, Sejumlah Wanita Selandia Baru Kenakan Hijab

Responsive image
Other Article
Responsive image