:
:
News
Bangunan Bekas Gereja di Jerman Ini Akan Jadi Masjid Indonesia

gomuslim.co.id – Sejumlah bangunan gereja di Jerman terpaksa akan dijual ke publik seiring menurunnya jumlah jemaah. Terkait hal tersebut, Duta Besar RI di Jerman Arif Havas Oegroseno berencana membeli sebuah gedung gereja using di kota Berlin untuk dijadikan Masjid. Ia pun mulai menggalang dana untuk mewujudkan rencana tersebut.  

Gagasan membeli bangunan untuk dijadikan masjid ini terdorong dari kondisi Masjid Al-Falah, sebuah masjid pertama yang dikelola oleh masyarakat muslim Indonesia di Jerman. Masjid Al-Falah didirikan oleh para pelajar Indonesia pada 1986 di bawah naungan organisasi Indonesisches Weisheits- und Kulturzentrum (IWKZ e.V.).

Masjid ini adalah apartemen yang dialihfungsikan. Dalam penggunaannya, Masjid ini bukan hanya untuk solat berjamaah saja, tetapi menjadi tempat belajar Alquran untuk anak-anak, pengajian dan kegiatan saat bulan Ramadan.

Umat Islam yang beribadah di Masjid itu terus bertambah atau saat ini sekitar 300 orang. Padahal kapasitasnya hanya 180 orang. Selain ukurannya yang kecil dan di luar kapasitas, Masjid Al-Falah juga masih berstatus sewaan.

Adapun bangunan gereja yang dilirik Duta Besar RI untuk dijadikan masjid saat ini berstatus gedung permanen atau milik sendiri. Berlokasi di Gotthardstr. 11 13407 Reinickendorf, Berlin, Jerman, luas areanya sekitar 1.012 m2 dan luas bangunan 315 m2.

Kelebihan dari gedung ini adalah, punya ruang solat dengan kapasitas jamaah lebih dari 400 orang, ruangan untuk kegiatan belajar-mengajar, ruangan serbaguna. Lokasinya juga strategis, hanya 18 menit dari stasiun pusat Hauptbahnhof Berlin, Jerman.

 

Baca juga:

18 Masjid Massachusetts Gelar Kampanye Open Mosque Day 2019

 

Sebelumnya, Wali kota Berlin sudah memberikan persetujuan kepada Duta Besar Havas untuk melepas gereja tersebut dengan harga sekitar 3 juta euro atau sekitar Rp 46 miliar. Saat ini, Duta Besar Havas mengaku masih kekurangan biaya uang muka sekitar 600 ribu euro atau Rp 9 miliar.

“Tenggat waktu biaya DP ini adalah 26 Juli 2019. Sedangkan biaya untuk renovasi dan lainnya dibutuhkan dana sekitar 1.300.000 euro atau Rp 20,3 miliar,” ujarnya.

Pemeluk Islam di Indonesia sekarang ini diperkirakan sekitar 120 juta orang sehingga untuk memiliki masjid di ibu kota Berlin ini hanya diperlukan sumbang Rp 300 ribu per orang dari jumlah tersebut.

Dilansir dari laman kitabisa.com, Gereja yang dipilih untuk menjadi mesjid jemaah Indonesia itu, masuk kategori gedung yang dilindungi yang dibangun di sekitar akhir abad 19 atau tepatnya pada 1896. Gereja usang itu sudah beberapa kali mengalami renovasi. (jms/tempo/kitabisa)

 

Baca juga:

Erdogan Siap Kembalikan Fungsi Museum Hagia Menjadi Masjid

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store