:
:
News
Ada Program Penghapusan Tato Gratis, Klinik LAZISNU Rembang Diserbu Ratusan Peserta

gomuslim.co.id Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Rembang mendirikan klinik kesehatan yang bergerak di bidang penghapusan tato yang beroprasi sejak tanggal 9 Juli 2019. Klinik tersebut bertempat di sebelah kantor LAZISNU Rembang, yang berada di sebelah barat Masjid Al-Burhan Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

Untuk diketahui, tahap pertama  LAZISNU telah melayani 212 peserta dari dalam maupun luar kota Rembang seperti Pati dan Blora, bahkan Kalimantan rela mendaftar.

Pengelola klinik Penghapusan Tato Naf'an Fuadi mengatakan, untuk sementara pendaftaran sudah ditutup. Pendaftaran akan kembali dibuka setelah seluruh peserta gelombang pertama sudah menjalani penghapusan tato.

Klinik tersebut baru memiliki satu alat laser penghapusan tato, yang dioperasikan 2 tenaga terlatih. Buka setiap hari kecuali hari Ahad. Seluruh peserta yang berniat menghapus tato tidak dipungut biaya. LAZISNU Rembang masih berharap ada dermawan yang mau menyumbangkan satu peralatan penghapusan tato untuk mensukseskan program tersebut.

"Dalam sehari kita usahakan untuk menghapus tato 12 orang, karena klinik kita baru memiliki satu alat dengan tenaga laser yang dioperasikan 2 tenaga terlatih," kata Naf'an. 

 

Baca juga:

Mimpi Lihat Pocong dan Siksa Kubur, Begini Kisah ‘Hijrah Bang Tato’

 

Lebih lanjut, Naf’an menjelaskan sebelum petugas medis mulai melakukan penghapusan, peserta harus berwudu terlebih dahulu sebagai syarat. Selain itu, selama proses penembakan laser berlangsung, peserta juga harus membaca istighfar hingga rampung. Hal tersebut untuk mempertebal niat dan keinginan yang bersangkutan membersihkan diri.

Menurut Naf'an, yang menjadi motivasi peluncuran program penghapusan tato adalah mengamalkan serta mengimplementasikan hukum bersuci atau taharah. "Rata-rata peserta yang mendaftarkan diri adalah mereka yang ingin berhijrah. Karena, selain niat, untuk penghapusan tato dengan menggunakan peralatan canggih sejenis laser memerlukan biaya yang sangat besar," bebernya.

Sementara menurut salah satu peserta ,Susatyo warga Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang mengaku ingin berhijrah dan membersihkan diri, salah satunya dengan membersihkan tato yang ada di kakinya. "Ya ingin hijrah dan membersihkan diri, Alhamdulillah tidak sakit kok hanya sedikit panas. Bismillah saja," ungkapnya.

Ia mengaku menggambar tato sejak tahun 2016 pada waktu masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi. Dengan adanya program tersebut ia mengaku sangat terbantu karena tidak dipungut biaya, alias nol rupiah. (nov/LazisNu)

 

 

Baca juga:

Pernah Diperlihatkan Isi Neraka, Preman Punk Ini Berhijrah

Responsive image
Other Article
Responsive image