:
:
News
Ketua DMI: Masjid Bisa Perkuat Islam Rahmatan Lil ’Alamin

gomuslim.co.id – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla ingin masjid meningkatan kualitasnya. Implementasi Islam rahmatan lil 'alamin harus diperkuat. Menurutnya, saat ini dari segi kuantitas, masjid sudah meningkat pesat dengan sebaran 800 ribu masjid di Indonesia. Untuk itu, para khatib perlu dilatih memperdalam ilmu Islam rahmatan lil 'alamin.

Ia mengatakan, pelatihan diperlukan supaya semua unsur penceramah ini punya satu sikap menjaga Islam untuk terus menjadi rahmat bagi alam semesta. Islam rahmatan lil 'alamin, kata dia, adalah ajaran yang mencerminkan Indonesia seutuhnya.

"Kita tak menambah ilmu, tapi menambah pemahaman tentang Islam rahmatan lil 'alamin," kata JK sapaan akrab Wakil Presiden, di Hotel Grand Sahid, Rabu (17/7/2019).

Wakil Presiden itu menekankan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim yang penuh toleransi. "Jadi kita bukan hanya bangga dari segi jumlah masjid," beber Kalla.

JK menyebut pelatihan khatib adalah bagian dari peningkatan pelayanan. Selain menyatukan sikap soal Islam rahmatan lil 'alamin, DMI juga menerjunkan 120 mobil operasional dan 500 teknisi.

 

Baca juga:

UIN SGD Bandung Kembangkan Rumah Moderasi Islam

 

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut kelengkapan ini untuk menunjang sound system rumah ibadah. Pasalnya, 80 persen dari kegiatan masjid menggunakan peralatan tersebut.

“Begitu sound system salah, 80 persen materi hilang," ungkapnya.

Ia menegaskan DMI bertugas untuk meningkatkan ibadah masyarakat. Hal ini tak hanya terkait ibadah fardu, tapi juga sosial, yakni memperbaiki fasilitas masjid dengan kerja sama seluruh masyarakat.

Harapan JK, citra masjid terus terangkat. Seluruh masyarakat Indonesia pun tak hanya bangga soal jumlah masjid. "Tapi juga bangga karena dapat melayani masyarakat muslim," ujar Kalla.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H Maruf Amin mengatakan Islam yang rahmatan lil alamin atau Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam adalah Islam yang moderat.

"Islam yang rahmatan lil alamin itu Islam wasafii, Islam yang moderat," katanya saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bi Halal dan Seminar Sehari yang digelar dalam rangka milad Dewan Masjid Indonesia ke-47.

Ia mengatakan Islam yang moderat dapat dilihat dari cara seseorang berpikir dan bergerak. Cara berpikir yang moderat adalah cara berpikir yang tidak terlalu tekstual dan tidak terlalu liberal.

"Tekstual itu rigid tanpa penafsiran, liberal itu penafsirannya terlalu lebar tanpa batas," katanya.

Maruf Amin mengatakan Islam yang rahmatan lil alamin adalah Islam yang wasatiyah atau Islam yang dinamis dan tidak kaku tetapi juga tidak memudah-mudahkan masalah.

"Tidak galak tetapi juga tidak mencari yang mudah-mudah saja," katanya.

Islam wasatiyah adalah yang bisa menerima kehadiran NKRI. "Karena Indonesia bukan hanya milik kita, tapi berkita-kita," imbuhnya.

Halal Bi Halal dan Seminar Sehari tersebut mengambil tema Islam yang rahmatan lil alamin sebagai modal utama membangun bangsa. Acara tersebut dihadiri berbagai ormas Islam, termasuk juga tokoh-tokoh keagamaan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.(hmz/antara/dbs)

 

 

Baca juga:

Jajaki Kerjasama, Arab Saudi dan NU Siap Perkuat Islam Moderat

Responsive image
Other Article
Responsive image