:
:
News
Jemaah Haji Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem di Saudi

gomuslim.co.id - Pemberangkatan musim haji 2019 tengah berlangsung. Jemaah haji Indonesia diimbau untuk menjaga kesehatan diri dengan baik lantaran cuaca panas dan cenderung ekstrem sedang berlangsung di Tanah Suci.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo mengatakan, pihaknya berharap jemaah bisa dengan tenang dan nyaman melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi.

"Gunakan waktu yang ada untuk melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi hingga selesai sholat arbain. Tapi jangan lupa, jaga fisik," imbaunya,  Selasa (08/07/2019).

Saat ini baru awal ibadah. Puncak ibadahnya sebulan lagi. Sehingga jemaah diimbau untuk menjaga fisik, dan jangan terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan.

 

Baca juga:

Penuhi 60 Persen Kuota, Petugas Prioritaskan Layanan Haji untuk  Jemaah Lansia

 

Alasannya, cuaca di Madinah dan Makkah sangat ekstrem mencapai 45 derajat Celsius di siang hari, dan 33-35 derajat saat malam hari. Karenanya, kata Amin, jemaah yang ingin melaksanakan ibadah, tetap waspada dan menjaga kondisi fisik dengan baik.

"Gunakan masker, bawa payung, dan alat pelindung diri (APD) lainnya agar tidak terpapar secara langsung sinar matahari," pungkas Amin.

Di pihak lain, Koordinator Tim Gerak Cepat (TGC)  Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr Erwinsyah, mengatakan, kondisi cuaca yang ekstrem membuat jemaah cepat lelah dan bisa mengalami dehidrasi. Erwinsyah mengungkapkan, sampai saat ini sudah puluhan jemaah yang ditemukan TGC mengalami kelelahan.

"Di pintu 21 sektor khusus (seksus), ada jemaah yang sangat kelelahan dan harus ditangani dengan segera. Namun, fisiknya terus melemah hingga kami harus pasang infus dan bergerak cepat untuk melakukan evakuasi," ungkapnya.

Dia mengatakan, jemaah itu telah dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada Senin (08/07/2019) dinihari waktu Madinah, salah seorang jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Solo meninggal dunia karena penyakit jantung dan penyakit gula darah yang tinggi.

"Jemaah wafat atas nama Sumiyatun (56). Beliau meninggal dunia saat penerbangan dari Solo ke Madinah dan meninggal dunia saat masih di atas pesawat, sekitar 50 menit sebelum mendarat," kata dokter Sri Mulyani, tim kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang merawat almarhumah di perjalanan ke Madinah. (nat/rep/dbs/foto:indonesiainside)

 

Baca juga:

Ini Tips Agar Sehat dan Tetap Bugar Saat Ibadah Haji

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store