:
:
News
Begini Kisah Perjuangan Sannah, Petinju Muslimah Penyandang Disabilitas

gomuslim.co.id – Sannah yang merupakan seorang Muslim Pakistan berusia 25 tahun menderita Myasthenia Gravis, penyakit neuromuskuler autoimun kronis yang menyebabkan kelemahan otot. Sannah yang lahir dan besar di Glasgow, Skotlandia memiliki albinisme yang menyebabkan kulitnya memutih dan menimbulkan masalah penglihatan.

Namun di balik kekurangannya, Sannah juga merupakan lulusan universitas, pekerja amal, penyiar radio, dan petinju Muslim yang berhijab. Sannah pertama kali tertarik dengan tinju ketika badan amal tempat ia bekerja meluncurkan kelas tinju khusus wanita untuk mempromosikan pemberdayaan wanita serta kesehatan positif dalam Komunitas Asia dan Muslim Glasgow.

Sebagai wakil perempuan dari badan amal pada saat itu, menjadi tugas Sannah untuk mempromosikan dan mengelola operasional kelas.

 

Baca juga:

Ini Sosok Atlet Tinju Berhijab yang Digandeng Nike

 

Sannah mengatakan, ini pilihan tepat untuk mengambil bagian dan ia menyadari sejak awal bahwa ia tidak hanya menikmatinya tetapi ia juga mahir. Dia selalu menjadi orang yang aktif dan sporty terlepas dari bagaimana kesehatannya membatasi hal tersebut.

"Saya tidak pernah pandai dalam olahraga tim karena saya tidak bisa mengimbangi orang lain. Tetapi olahraga tinju pada dasarnya adalah olahraga yang dilakukan sendirian di mana Anda harus mengandalkan diri sendiri," katanya seperti yang dilansir dari The New Arab, pada (8/7/2019).

Ini membuat Sannah lebih mudah untuk menikmatinya daripada olahraga lain. Sebab ia tidak perlu merasa bersalah karena mengecewakan orang lain atau sedih bahwa dia tidak memiliki kemampuan secepat rekan timnya.

Selama enam minggu pelatihan intensif sebelum pertandingan, Sannah melatih semuanya mulai dari teknik tinju, stamina, penguatan otot dan kebugaran umum.

"Pelatih saya tahu bahwa saya memiliki gangguan penglihatan dan memiliki penyakit pelemahan otot. Awalnya melalui email, saya diberi tahu bahwa saya tidak akan bisa bertarung," ungkap Sannah.

"Tetapi saya berusaha untuk menemuinya secara langsung dan meyakinkannya bahwa saya cukup termotivasi untuk melakukannya. Kami mencapai kesepakatan bahwa saya dapat mengambil bagian dalam pelatihan, tetapi jika pada suatu saat dia pikir saya tidak siap maka saya harus menerima keputusannya dan tidak menolak," tambahnya.

Demi alasan keamanan, Sannah harus melakukan pemeriksaan medis dengan dokter, dan diperingatkan untuk mendengarkan tubuhnya dan berhenti jika perlu. Pertarungan tersebut tidak termasuk pukulan di kepala dan waktu ronde dipersingkat karena itu adalah pertarungan pameran untuk memperkenalkan Sannah ke ring tinju. (nov/thenewarab)

 

 

Baca juga:

Inilah Atlet Voli Berhijab yang Akan Berlaga di Asian Games 2018

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store