:
:
News
Talkshow SKJ: Optimalisasi Wisata Halal dengan Green Tourism dan Ekowisata Syariah

gomuslim.co.id – Optimalisasi wisata halal di Tanah Air bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya melalui pengembangan green tourism dan ekowisata di tempat-tempat potensial di wilayah Indonesia.

Ketua Komunikasi Ekonomi Islam Indonesia, Anto Aprianto, M.E.I mengatakan banyak potensi yang bisa digarap dalam pariwisata khususnya dari sisi ekowisata syariah. Hal ini sejalan dengan empat konsep interaksi dalam Islam yakni Habluminallah, Habluminannas, Hablumminal alam, dan Habluminannafs.

“Jangan lupa, kita tidak hanya harus baik dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama. Tetapi juga harus menjaga hubungan baik dengan alam dan diri sendiri. Dalam hal ini, termasuk pengembangan ekowisata,” ujarnya dalam Talkshow FoSSEI Jabodetabek bertajuk ‘Sinergitas Ekonom Milenial dalam Mengoptimalisasi Halal Tourism’, Sabtu, (06/07/2019).

Menurutnya, ada tiga komponen utama dari ekowisata yakni ramah terhadap lingkungan hayati, ramah terhadap wisatawan, dan berpihak kepada masyarakat (sosio-budaya). Jika tiga komponen ini sudah terpenuhi, maka tinggal dipoles dengan syariah dalam pelaksanaanya jika memang mengusung konsep wisata halal.

“Ekowisata syariah sangat bisa diterapkan. Apalagi di kabupaten Bogor ini. Sangat banyak destinasi yang bisa dipoles sedemikian rupa untuk menarik wisatawan. Pariwisata bisa dikembangkan asal tidak melanggar etik syariah,” katanya.

 

 

Baca juga:

FoSSEI Jabodetabek Perkuat Sinergi Milenial Lewat SKJ

 

Apalagi saat ini pemerintah sudah mulai mendorong wisata halal melalui beberapa regulasi yang ada. Meski masih tahap penggodokan, tetapi adanya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Bekraf, Master Plan Wisata Halal Kemenpar menjadi upaya mendorong sektor industri halal tourism ini.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam INAIS, Ruly Trihantana, S.Si., M.Si menuturkan wisata halal sebenarnya bukan hal baru. Hanya saja, namanya baru diboomingkan sekarang ini.  

“Indonesia mau mengarah kepada negara yang terhalal. Makanya banyak pengembangan untuk mendukung cita-cita tersebut, termasuk dalam hal parwisata. Green tourism, saya pikir sejalan dengan konsep wisata halal. Karena dalam banyak ayat Alquran, manusia diperintahkan untuk menjaga keseimbangan alam, tidak merusak,” ungkapnya.

Ia menyebutkan konsep green tourism ini berkaitan dengan lingkungan. Artinya, pengembangan wisata haruslah menjaga lingkungan dan membuat lingkungan semakin bagus. Sementara Islam mengajarkan prinsip keadilan dan keseimbangan dalam banyak hal.

“Keduanya perlu diselaraskan. Pariwisata berkelanjutan yang memperhitungkan kebutuhan lingkungan, lokal, penduduk, bisnis, pengunjung sekarang dan masa depan. Mulai dari diri sendiri untuk mendukung konsep green wisata dengan prinsip-prinsip syariah,” tuturnya. (jms)

 

 

Baca juga:

FoSSEI, Kelompok Mahasiswa Pecinta Ekonomi Syariah Terbesar di Dunia

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store