:
:
News
KEIN: Sektor Pariwisata Perlu Evaluasi Strategi

gomuslim.co.id - Sejak tiga tahun lalu, pemerintah menetapkan pariwisata adalah 1 dari 4 sektor unggulan berdasar fakta devisa pariwisata yang menggeliat di belakang komoditas CPO. Maka lahirlah ide 10 Bali baru, untuk menggenjot pariwisata.

Namun sejak tahun lalu, kinerja pariwisata mulai melandai. Pertumbuhan kunjungan wisman bahkan tersisa sekira 7 persenan saja di tahun 2018. Tingkat kunjungan terus meningkat, tapi nilai belanja wisatawan asing justru terus turun, dari angka USD 1.300-an merosot ke USD 1.000-an/visit. Artinya ada penurunan kualitas kunjungan.

Adanya penurunan capaian pariwisata menjadi bahan introspeksi menyeluruh bagi pemerintah, karena pariwisata adalah salah satu pendulang devisa. Selain kuantitas, pemerintah dan semua stake holder pariwisata harus pula memikirkan perbaikan kuantitas.

 

 

Baca juga:

Ini Tiga Kriteria Destinasi Wisata Halal Sesuai Standar untuk Muslim Traveler



“Peningkatan jumlah wisman harus dibarengi dengan perbaikan dan pembenahan pengelolaan destinasi utama yang ada, penciptaan atraksi dan event internasional baru, dan pengerucutan strategi promosi dan yang langsung menyasar target,” tutur anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia dan Ketua Pokja Industri Pariwisata Nasional KEIN RI, Dony Oskaria.

Dalam hal ini, sektor pariwisata harus dijalankan oleh orang-orang yang tingkat literasi pariwisatanya sudah masuk level 'khatam' dan track record-nya di bidang yang sama juga sudah sangat mumpuni dan proven.

Menurut Dony, tugas tersebut bukanlah ringan. Mengingat sektor pariwisata adalah unggulan di satu sisi dan sangat jelas domainnya dan sudah sangat komplek lingkupnya, maka harus dikelola secara sangat profesional dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pariwisata.

Syarat pertama memajukan sektor pariwisata adalah dengan mendudukan sumber daya manusia yang kompeten di posisi-posisi pengambil kebijakan pariwisata sampai ke level pengelola. Itulah cara pertama.

“Biar mereka yang merumuskan master plan pariwisata nasional dan strategi-strategi kebijakan pariwisata nasional. Itu dulu yang harus kita sepakati bersama,” pungkas Dony. (nat/detik/dbs/foto:matakota)

 

 

Baca juga:

Ini Empat Strategi Kemenpar Dorong Pemerataan Investasi Wisata Halal

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store