:
:
News
Ini Tiga Kriteria Destinasi Wisata Halal Sesuai Standar untuk Muslim Traveler

gomuslim.co.id - Permintaan akan kebutuhan wisata halal semakin tinggi seiring dengan peningkatan jumlah peminat. Saat ini, berbagai destinasi terus berbenah untuk mewujudkan wisata halal di setiap daerahnya. Sekertaris Jenderal Asosiasi Travel Halal Indonesia (ATHIN), Cheriatna menyatakan, bahwa ciri sebuah wisata dapat dikatakan halal, bukan diukur dari tersedianya makanan halal saja.

Tetapi ada banyak unsur yang harus dicapai untuk memenuhi standar kebutuhan kaum muslim saat berwisata. Cheriatna menyebut kriteria yang harus dipenuhi destinasi wisata bertandarisasi halal.

“Yang pertama adalah kuliner,” katanya.

Menurutnya, selain memanjakan mata, wisatawan juga ingin memanjakan lidah dan perut. Menikmati kuliner khas di sebuah destinasi wisata tentu menyempurnakan perjalanan wisatawan. Oleh karena itu, ketersediaan makanan halal khas daerah atau sebuah negara adalah kewajiban.

 

Baca juga:

Berawal dari Suka Jualan dan Jalan-Jalan, Cheriatna Sukses Bangun Bisnis Wisata Halal

 

“Sebagai contoh, salah satu contoh negara non muslim yang sudah menyediakan kuliner khas bersertifikasi halal adalah Jepang. Di sana sudah tersedia ramen, bento, atau sushi yang halal,” tambahnya.

Selain Kuliner, Tempat ibadah juga jadi pertimbangan. Selama ini belum banyak tempat wisata yang menyediakan tempat ibadah atau musola untuk salat bagi kaum muslim yang berwisata. Wisatawan muslim biasanya hanya solat di tempat-tempat seadanya yang bisa dipakai untuk salat.

Namun, kini wisata halal manergetkan adanya tempat ibadah yang layak untuk kaum muslim yang ingin salat saat berwisata. Korea Selatan, adalah contoh negara non muslim yang sudah sadar akan kebutuhan tempat ibadah bagi wisatawan muslim. Di Nami Island sudah tersedia musola yang layak, bersih dan besar untuk wisatawan muslim melaksanakan salat.

Hal yang terakhir adalah waktu ibadah. “Agen perjalanan wisata yang dapat dikatakan halal adalah yang menyediakan waktu untuk solat. Bukan mempersilahkan salat saja, tetapi memang dalam agenda perjalanannya ada waktu yang disediakan untuk para rombongan wisatwan muslim untuk melaksanakan solat di jam-jam solat,” tuturnya.

Sehingga rombongan wisatawan muslim tidak lagi mencuri-curi waktu di tengah padatnya agenda liburan. Tetapi mereka bisa melaksanakan salat pada waktu yang telah disediakan. (nov/dbs/suara)

 

 

Baca juga:

Ini 10 Destinasi Wisata Halal Unggulan Indonesia dari Kemenpar

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store