:
:
News
Fintech Syariah ALAMI Salurkan Pembiayaan Produktif UMKM Rp 4,4 Miliar

gomuslim.co.id - Perkembangan fintech syariah di Tanah Air cukup positif dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya seperti PT Alami Fintek Sharia (ALAMI) yang mencatatkan penyaluran pinjaman sebesar Rp 4,4 miliar per Mei 2019.

Meski baru terdaftar dan resmi diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai fintech pembiayaan P2P berbasis syariah per 30 April 2019, ALAMI mencatatkan kinerja positif. CEO Alami, Dima Djani mengatakan pihaknya telah menyalurkan pembiayaan produktif kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Menurut Dima, capaian ini tidak terlepas dari kerja sama antara ALAMI dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jakarta Raya (Jaya) dalam rangka kemitraan pendanaan berbasis syariah. Lewat kerjasama ini, Alami akan memberikan pengadaan akses pembiayaan usaha berbasis syariah bagi seluruh anggota Hipmi Jaya.

“Sudah saatnya bisnis-bisnis yang melayani segmen muslim, terutama di bidang keuangan syariah, lebih didukung ruang geraknya sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata dalam merealisasikan Masterplan Ekonomi Syariah yang baru diluncurkan pemerintah,“ ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6/2019).

Indonesia akan menjadi satu-satunya negara dengan populasi muslim terbesar dalam top 10 ekonomi dunia pada tahun 2045. Karena itu, ia berharap semakin banyak inisiatif vertikal yang bermunculan. Terutama yang fokus pada segmen Muslim agar bisnis yang bertumbuh untuk melayani masyarakat dengan pendekatan nilai-nilai Islam juga semakin banyak.

Start up yang mengawali langkah sebagai agregator financial technology (Fintech) sejak 2018 ini, menargetkan bisnisnya dapat mencapai Rp 80 miliar untuk pembiayaan syariah di tahun 2019. Khususnya pembiayaan ke nasabah dari Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM).

 

Baca juga:

Fintech Ini Gaet HIPMI untuk Pendanaan Berbasis Syariah

 

Guna mencapai target tersebut, Dima mengatakan akan mengoptimalkan user interface (UI) dan user experience (UX) agar mudah dan nyaman diakses (user-friendly). "Kami memberikan kebebasan kepada funder (penyandang dana) untuk memilih UKM yang sesuai dengan tingkat risiko masing-masing funder. Semua bisa dilihat melalui publikasi data hasil scoring UKM sebagai calon penerima pembiayaan (beneficiary)," jelasnya.

Sementara dari sisi penerima pembiayaan (beneficiary), ALAMI menerapkan sistem credit scoring untuk menentukan keputusan pembiayaan bagi calon penerima pembiayaan, baik dari sisi kuantitatif, yaitu laporan keuangan dan rekening koran bisnis, serta kualitatif, seperti kunjungan langsung ke tempat usaha.

"Sistem credit scoring ini pakai bintang. Sengaja karena sebagian besar masyarakat sudah familiar dengan fitur seperti ini," tuturnya.

ALAMI juga memberlakukan penagihan bagi penerima pembiayaan dengan kaidah perlindungan konsumen. "Jadi ada penagihan secara in-house yang sesuai dengan nilai keadilan dan profesionalisme, bukan shamming," jelasnya.

Setelah mendaftarkan diri di OJK, Alami akan terus fokus pada pelayanan dan perizinan yang ditetapkan sesuai regulasi pemerintah. "Untuk menjadi startup dengan pemeliharaan manajemen dan informasi yang baik, kami juga punya target sertifikasi ISO 27001. Kami berkomitmen menerapkan nilai transparansi dan keadilan dalam transaksi bisnis,” tutupnya. (jms/rls/kontan)

 

Baca juga:

Bantu UKM, Fintech Alami Komitmen Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store