:
:
News
Lebaran Ketupat, Setiap Rumah di Teluk Tomini Sediakan Hidangan untuk Pengunjung

gomuslim.co.id - Sejumlah daerah merayakan tradisi Lebaran ketupat setelah Idul Fitri 1440 Hijriyah dalam rangka menyambut bulan Syawal. Di Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah berlangsung Lebaran ketupat yang meriah sekaligus sebagai wadah mempererat tali silaturahim antar Muslim.

Ketua Panitia Pelaksana Lebaran Ketupat Abd Razik Marjengi, mengatakan Lebaran ketupat merupakan salah satu wadah memupuk silaturahim antar sesama umat serta membangun kerja sama masayarakat.

"Kegiatan ini sebagai upaya mempersatukan masyarakat Parigi Moutong agar selalu menjaga ukhuwah," tutur Razik.

Tradisi yang digelar sepekan setelah Idul Fitri sudah berlangsung sejak 2014. Saat ini, tradisi tersebut sudah memasuki tahun keenam. Pelaksanaannya yang dipusatkan di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi.

 

Baca juga:

Rayakan Syawalan, Warga Kampung Jaten Cilik Semarang Berebut Kupat Tauge

 

Kabupaten yang berhadapan langsung dengan Teluk Tomini yang jaraknya kurang lebih 80 kilometer dari Ibu Kota Sulawesi Tengah setiap tahun ramai dikunjungi wisatawan.

"Setiap pengunjung dipersilakan mencicipi hidangan yang sudah disediakan di atas meja setiap rumah, siapa pun yang datang pasti diajak makan, " pungkas dia.

Uniknya, tradisi tersebut sama seperti yang dilaksanakan di Provinsi Gorontalo. Tidak sedikit warga Gorontalo tinggal dan menetap di kabupaten Parigi Moutong, khususunya di wilayah pesisir Teluk Tomini. Atas dasar itu Lebaran Ketupat dilaksanakan dan sudah menjadi tradisi warga setempat.

"Tradisi ini diterima masyarakat Parigi, bukan hanya etnis Gorontalo yang merasakan tetapi seluruh lapisan masyarakat, " katanya.

Razik mengaku, selain Lebaran ketupat, sejumlah kegiatan olahraga juga dilaksanakan, diantaranya panjat pinang dan tarik tambang.

Menurutnya, antusias masyarakat berkunjung di lokasi lebaran ketupat cukup tinggi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, temasuk pedagang pakaian hingga kuliner turut berpartisipasi.

"Aktivitas warga disini sebagian besar adalah nelayan, pada momen Lebaran ketupat tidak ada nelayan turun melaut demi tradisi ini, " ucap Razik.

Salah seorang warga setempat, Tomi mengaku setiap tahun keluarganya tidak ketinggalan melaksanakan tradisi lebaran ketupat.

"Sejak 2013 kami sudah melaksanakan tradisi ini dan porsi masakan lebih banyak saat Lebaran ketupat karena makanan kami sajikan untuk orang banyak, " pungkasnya. (nat/antara/dbs/foto:antara)

 

Baca juga:

Warga Banyuwangi Arak 1000 Ketupat dalam Acara Grebek Syawal

 

Responsive image
Other Article
Responsive image