:
:
News
Ribuah Jemaah I'tikaf Ramadhan Penuhi Masjid Al Akbar Surabaya

gomuslim.co.id - Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) dipenuhi sekitar 40 ribu jemaah. Mereka memanfaatkan malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan dengan qiyamul lail dan iktikaf untuk mendapatkan malam lailatul qadar.

Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Helmy Muhammad Noor mengatakan membludaknya jamaah qiyamul lail di malam ganjil terakhir mencapai 30 ribu jemaah. Hal itu sedikit mengejutkan sebab pada malam ganjil terakhir biasanya ada penurunan drastis jamaah yang disebabkan berdekatan dengan arus mudik.

"Hasil evaluasi internal pengurus masjid yang pertama adalah volume jemaah tertinggi di malam ganjil 27 tembus 40 ribu jemaah. Kemudian malam ganjil 29 pagi ini 30 ribu jemaah. Malam 25, 23 dan 21 rata-rata sebanyak 20 ribu jamaah. Yang menarik lagi, estimasi kami pada malam ganjil 29 terakhir ini akan terjun bebas paling di kisaran 10 ribu jamaah karena faktor mudik. Ternyata malam ganjil 29 jemaahnya melampaui dari perkiraan kami. Karena pada malam terakhir tahun kemarin terjun bebas. Artinya apa, faktor mudik tidak berpengaruh pada kecintaan qiyamul lail," jelasnya.

Membludaknya jemaah qiyamul lail selama 10 hari terakhir Ramadhan, jemaah didominasi kalangan milenial dan keluarga muda. Sedangkan jemaah selebihnya dari kalangan orang yang sudah berumur.

"Jemaah yang ikut qiyamul lail 60 persen lebih dari anak-anak milenial dan keluarga muda sisanya orang-orang yang sudah berumur. Ini adalah potensi yang sangat luar biasa Surabaya sebagai kota urban dan metropolis ini harus kita ramut," ungkapnya.

Dikatakan Helmy, sholat qiyamul lail pada malam ganjil dibagi menjadi tiga tahap. Yakni, sholat tahajud empat rakaat dua salam, tasbih empat rakaat dua salam, tahajud empat rakaat dua salam dan hajat. Sebelum memulai sholat hajat biasanya imam akan mengarahkan jemaah dengan melanjutkan sujud syukur.

"Diakhiri salat hajat dan sujud syukur sekaligus berdoa. Minta doa apapun silakan. Sebelumnya imam mengarahkan untuk sujud syukur selama-lamanya. Dan kemudian bangun dan doa bersama lagi bersama-sama," ujar Helmy.

Selama qiyamul lail berlangsung, terang Helmy, pihaknya juga menyiapkan tim medis mengantisipasi jemaah yang sakit. Selain itu setiap sudut masjid juga dijaga petugas keamanan.

"Al Akbar setiap qiyamul lail menyiapkan 2 unit ambulans, 4 dokter plus paramedis, kita punya posko kesehatan dari tim pengamanan ketika ada keluhan kesehatan langsung ditangani di posko kesehatan," pungkasnya.

 

Baca juga:

Ini Imbauan DMI untuk Pengurus Masjid di Sepanjang Jalur Mudik



"Jika kami tidak mampu menangani kesehatan maka kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat. Alhamdulillah hingga malam 29 tidak ada jamaah yang dirujuk. Rata-rata jemaah yang sakit hanya ringan saja seperti sakit perut saja," lanjut Helmy.

Salah satu jemaah lainnya Candra (18) mengaku ingin mendapatkan keutamaan malam ganjil Ramadhan dengan melakukan qiyamul lail di Al Akbar. Selain itu, ia mengaku mendapatkan ampunan serta agar bisa melatih konsistensi dalam beribadah.

"Yang pertama mencari keutamaan dan diampuni oleh Allah SWT untuk dosa-dosa yang telah diperbuat. Kalau saya sudah dua kali malam 25 dan 29 di Al Akbar. Tiap Ramadhan pasti qiyamul lail tapi kadang di sini kadang di masjid dekat rumah," ucap Candra.

"Ya semoga bisa tetap istiqamah menjalankan ibadah setelah usai Ramadhan ini. Tetap ikhtiar jangan hanya di bulan Ramadhan saja," tandasnya. (nat/detik/dbs/foto:youtube)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store