:
:
News
Mahasiswa Ini Ajak Santri di Sumenep Buat Produk Es Krim Berbahan Rumput Laut

gomuslim.co.id – Berkarya dan inovasi menjadi hal penting bagi mahasiswa dan para santri. Salah satunya, seperti mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga dan santri Pondok Pesantren Nasyrul Ulum AengDake Bluto Sumenep, Madura baru-baru ini. Keduanya membuat inovasi berupa es krim dari tepung kappa dan iota karageenan.

Menurut salah satu mahasiswa FPK Unair, Dessy Intan Permata Sari, aksinya itu berawal karena rasa penasaran terhadap rumput laut yang dapat dijadikan tepung untuk berbagai olahan. Kebetulan di Sumenep menjadi lumbung rumput laut berkualitas.

Dari rasa penasaran itu, ia berinisiatif menjadikan inovasi tersebut sebagai tema Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) miliknya. Inovasi tersebut juga sebagai bentuk dukungannya terhadap program kerja dari Gubernur Jawa Timur 2019 Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Lewat inovasi ini, Dessy berharap dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi para santri yang ada di sana. Sehingga nantinya akan menghasilkan satu produk es krim.

“PKM-M ini juga mendukung program kerja dari Ibu Gubernur Khofifah dan Bapak Emil. Dimana beliau itu mencanangkan program kerjanya yaitu One Pesantren One Program,” ujarnya seperti dilansir dari duta, Jumat (31/5/2019).

 

Baca juga:

Bekali Skill Wirausaha Santri, Kemenpora Gelar Pesantren Ramadhan Pemuda

 

Ia menambahkan bahwa dari program tersebut bagaimana caranya nanti suatu pondok itu santri-santrinya bisa memiliki usaha yang mandiri. "Keunggulan dari tepung kappa dan iota karageenan ada pada fungsinya sebagai bahan pengental es krim, sebuah alternatif dari penggunaan gelatin dari bahan hewani," katanya.

Dia mengatakan, tidak semua orang memiliki metabolisme tubuh yang tahan dengan protein hewani. Makanya tepung kappan dan iota karageenan bisa menjadi inovasi baru untuk produk es krim di kalangan masyarakat.

“Pembuatan es krim ini berbahan tepung kappa dan iota karagenan yang merupakan ekstraksi dari rumput laut spesies Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma spinosum,” kata dia.

Dessy menjelaskan, pencampuran tepung kappa dan iota karageenan ke dalam bahan es krim hanya dibutuhkan konsentrasi yang sedikit saja. Menurutnya komposisi karageenan dari semua total bahan yaitu hanya 1-3% saja.

“Kalau faktor gizi dan viskositas kayak perbandingan antara gelatin dan kappa iota karageenan itu hampir sama. Malahan protein dan lemaknya masih lebih unggul karageenan. Makanya itu jadi inovasi. Apalagi es krim jadi makanan yang disukai masyarakat, apalagi anak kecil,” kata dia.

Selain itu, kata dia, dari pengadaan rumput laut ini juga memiliki nilai manfaat bagi para santri. Mereka bisa berkembang dan mandiri untuk menciptakan produk yang bernilai jual tinggi. (jms/duta)

 

Baca juga:

Menpora: Santri juga Bisa Jadi Atlet Berprestasi

 

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store