:
:
News
Komunitas Muslim AS Ini Rangkul Para Mualaf Selama Ramadan

gomuslim.co.id – Komunitas Muslim di Amerika Serikat terus memberikan dukungan untuk para mualaf dan mereka yang bertaubat. Salah satunya seperti yang dilakukan Embrace, sebuah proyek ICNA yang memusatkan pembinaan terhadap para mualaf dan muslim.

Nahela Morales, salah satu pendiri Embrace, mengatakan para mualaf sering menghadapi tantangan unik yang membutuhkan dukungan komunitas Muslim. Menurutnya, orang-orang yang bertobat perlu diperlakukan dengan kesabaran dan belas kasihan untuk membantu mereka tumbuh.

“Mereka harus memiliki lingkungan baik dan berkumpul dengan mereka percaya, menumbuhkan kebersamaan, kekeluargaan, dan membimbing mereka untuk menjadi pemimpin kuat komunitas Muslim. Kita akan berusaha merangku dan memeluk para mualaf, di shaa ‘Allah," ujarnya seperti dilansir dari publikasi AbouIslam, Selasa (21/05/2019).

Morales menambahkan, pihaknya menghadirkan beragam program dan ruang yang berfokus pada pengembangan spiritual para mualaf di daerah Dallas-Fort Worth. Setiap minggu, ada program pendidikan  seperti halaqah dan diskusi.

“Program pendidikan ini dipimpin oleh para imam yang telah memeluk Islam. Anggota dapat mengajarkan Islam kepada Muslim baru dari sudut pandang yang lebih mudah bagi mereka,” katanya.

 

Baca juga:

Warga Kota Nashville AS Resmikan Masjid Baru Saat Ramadhan

 

Selama bulan suci Ramadhan, banyak orang yang insaf berjuang dengan kesepian dan menemukan lingkungan yang ramah. "Bagi banyak mualaf, Ramadhan menjadi salah satu waktu paling sepi lagi karena kurangnya komunitas. Tujuan kami untuk merangkul dan memastikan komunitas mualaf agar tidak pernah merasa seperti itu selama Ramadhan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan paket berbuka puasa setiap hari di tempat yang aman dan nyaman selama bulan penuh berkah ini. “Banyak anggota kami sendiri membuka pintu ke rumah mereka untuk memastikan bahwa tidak ada yang benar-benar berbuka puasa sendirian,” katanya.

Pendiri lainnya, Kenneth Misurella menggambarkan beberapa perilaku kurang bagus selama pertemuan komunitas untuk berbuka puasa Ramadhan.

“Selama iftar komunitas, banyak anggota komunitas duduk di geng mereka sendiri dan berbicara bahasa ibu mereka, mengucilkan Muslim baru dari percakapan. Para pemimpin dan organisasi harus memastikan masyarakat sadar akan Muslim baru dalam pertemuan itu dan memastikan mereka terlibat secara aktif," ungkapnya.

Sepanjang bulan suci, organisasi ini akan menjadi tuan rumah berbagai kegiatan seperti  Halaqah & Iftars bersama dengan hari Rabu untuk semua Muslim. Mereka juga akan menerima Embrace Qiyaam Night tahunan kedua mereka untuk para mualaf. (jms/aboutislam)

 

Baca juga:

Muslimah asal New York Ini Buka Peluang Bisnis Dekorasi Ramadhan

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store