:
:
News
Demi Keselamatan, Acara Besar Ramadhan di Christchurch Batal

gomuslim.co.id - Para tetua Muslim sedang mempertimbangkan untuk membatalkan empat pertemuan besar Ramadhan di Christchurch, Selandia Baru karena kekhawatiran akan keselamatan. Para sesepuh tidak ingin mengambil risiko besar terutama untuk anak-anak.

“Keluarga yang telah meninggal atau terluka orang-orang mengalami trauma dan ketakutan. Kami tidak ingin mengambil risiko lebih besar,” kata imam Masjid Linwood, Ibrahim Abdelhalim Stuff seperti dilansir dari publikasi Stuff, Selasa (30/4/2019).

Imam menambahkan bahwa Canterbury Muslim Community Trust (CMCT) sudah melakukan pemesanan di Halswell Centre untuk tahun ini. Tetapi pihaknya juga membahas pembatalan keempat Iftar (buka puasa) untuk menjaga komunitas tetap aman.

Ramadhan adalah bulan ke 9 dari kalender Islam. Pada bulan suci ini, umat Islam di seluruh dunia menjalani puasa dan memperingati turunnya wahyu pertama (Alquran) kepada Nabi Muhammad (SAW).

Pada Ramadhan ini, banyak keluarga Muslim takut datang ke Masjid Linwood untuk shalat dan ibadah lainnya. Masjid-masjid lain di seluruh negeri, termasuk Masjid Al Noor di Christchurch, mengharapkan jumlah yang lebih besar dari biasanya untuk periode tersebut, dengan pertemuan biasa berlangsung.

Abdelhalim mengatakan banyak Muslim di Christchurch takut menghadiri pertemuan besar. “Terlalu sulit tahun ini untuk melakukan hal sama seperti yang kami lakukan sebelumnya. Saya sangat sedih. Orang-orang berpikir tidak ada keamanan yang cukup untuk semua Muslim. Wilayah Linwood tidak aman di malam hari,” ungkapnya.

 

Baca juga:

Pemerintah Selandia Baru Beri Izin Menetap bagi Korban Selamat dari Penembakan Christchurch

 

Tindakan Keamanan

Imam Masjid Al Noor Gamal Fouda akan bertemu dengan polisi Canterbury pada hari Rabu untuk membahas keamanan selama Ramadhan. Ia berharap polisi akan memberikan keamanan yang kuat untuk masjid-masjid di Selandia Baru.

“Orang-orang di Christchurch tidak merasa aman, jadi polisi perlu memberikan dukungan kuat kepada masyarakat untuk meyakinkan mereka. Saya berharap ini akan menjadi saat yang menyenangkan dan membebaskan orang dari stres dan trauma," katanya

Di sisi lain, juru bicara CMCT mengatakan programnya untuk tahun ini masih belum diputuskan. “Namun, karena kekhawatiran keamanan di sekitar pertemuan yang sangat besar yang terdiri dari 500-lebih orang, kemungkinan program Ramadhan kami akan dimodifikasi tahun ini,” ujarnya.

Polisi menjaga masjid setelah serangan 15 Maret. Namun, pada April lalu siaga tingkat teror di lokasi Christchurch diturunkan dari "tinggi" ke "sedang". Populasi muslim di Selandia Baru sendiri ada sekitar 50.000 jiwa dengan 60 masjid dan pusat Islam. (jms/stuff/aboutislam)

 

Baca juga:

Komunitas Mahasiswa Muslim Universitas Otago Gelar Festival Film Tentang Mualaf di Selandia Baru

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store