:
:
News
Ini Daftar Pemegang Saham Baru Bank Muamalat

gomuslim.co.id - Al Falah Investments Pte Ltd oleh Ilham Habibie mengakuisisi  50,3% saham PT Bank Muamalat Tbk (Bank Muamalat). Rencananya Al Falah mengambil 77,1% saham baru yang akan diterbitkan oleh Bank Muamalat.

Dalam prospektus juga disebut, Al Falah dapat bertindak sebagai pembeli siaga bersama dengan pembeli siaga lainnya dalam PUT Bank Muamalat secara sendiri-sendiri membeli saham yang tidak diambilbagian.

Dengan asumsi pemegang saham minoritas melaksanakan HMETD pada PUT, maka struktur kepemilikan saham Bank Muamalat yang mencakup saham Seri A dan Seri B setelah PUT mengalami perubahan.

Adapun, kepemilikan saham Islamic Development Bank di Bank Muamalat yang tadinya sebesar 32,7% akan berkurang menjadi 11,4%. Begitu juga dengan kepemilikan saham oleh Boubyan Bank yang semula 22,0% berkurang menjadi hanya 7,7%. Atwill Holdings Limited yang memiliki 17,9% saham Bank Muamalat berkurang kepemilikannya menjadi 6,2%.

Selain itu, National Bank of Kuwait yang memegang 8,5% saham Bank Muamalat berkurang menjadi 2,9%. Serupa, 3,5% saham IDF Investment Foundation berkurang menjadi 1,2%. Begitu juga dengan BMF Holdings Limited yang hanya akan memiliki 1,0% saham dari awalnya memiliki 2,8% saham Bank Muamalat.

 

Baca juga:

Bank Muamalat Targetkan Penjualan Sukuk Ritel Naik 50 Persen

 

Al Falah kemudian akan menggeser kepemilikan mayoritas yang semula dipegang Islamic Development Bank. Al Falah akan menguasai 50,3% saham Bank Muamalat dengan jumlah saham 14.749.759.583 saham. Bila terdapat pembeli siaga maka saham akan diberikan kepada pembeli siaga tersebut sebanyak 2.602.898.750 atau 8,9%. Sementara, pemegang saham minoritas lainnya akan memegang 10,5% saham yang saat ini memegang 12,6% saham.

Secara total saat ini Bank Muamalat memiliki 10.207.702.335 saham. Setelah akuisisi maka jumlah sahamnya akan bertambah menjadi 29.347.144.213 lembar saham.

Al Falah sendiri akan membeli saham Bank Muamalat menggunakan dana internal. Al Falah menjamin dana langsung tersebut bukan berasal dari pinjaman atau berasal dan tidak untuk tujuan pencucian uang.

Saat ini kreditur dan pemegang saham minoritas sudah tidak bisa menyampaikan keberatannya atas rencana akuisisi oleh Al Falah karena sudah melewati tenggat waktu 18/04/2019. Setidaknya pada Mei mendatang, Bank Muamalat diproyeksikan akan mengantongi izin dari OJK pada Mei 2019 mendatang.

Adapun, saat prospektus diterbitkan, pemegang saham tunggal Al Falah adalah CP5 Hold Co 2 Limited (CP5), yaitu perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100% oleh dana yang dikelola oleh SSG Capital Management Limited (SSG).

Saat ini, Al Falah sedang dalam proses perubahan komposisi pemegang saham di mana Ilham Habibie dan CP5 masing-masing akan memiliki sekitar 51% dan 49% kepemilikan saham di Al Falah.

Al Falah memiliki kapitalisasi keseluruhan sekitar US$121 juta (atau setara Rp 1,7 triliun). Setelah rencana Akuisisi ini selesai maka Ilham Habibie dan SSG akan mengendalikan Bank Muamalat.

Selain itu, terkait saham baru ini, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso berharap dengan akuisisi ini permodalan bank syariah tertua di RI itu bisa lebih kuat.

"Mudah-mudahan lancar sehingga banyak investor. Sehingga bank ini punya ruang gerak yang besar lagi karena punya permodalan kuat," kata Wimboh Konferensi Pers Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (23/4/2019). (fau/cnbc/dbs/foto: bankmuamalat)

 

Baca juga:

Sambut Milad ke-27, Bank Muamalat Ajak Masyarakat Hijrah ke Bank Syariah

Responsive image
Other Article
Responsive image