:
:
News
Kampanye Kedaulatan Pangan, Muhammadiyah Banjarnegara Resmikan MOCAF

gomuslim.co.id – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara meresmikan Rumah Modified Cassava Flour (MOCAF) Banjarnegara yang bertujuan memegang komitmen dalam meneguhkan jihad kedaulatan pangan.

Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa, inisiasi yang dilakukan oleh MPM PDM Banjarnegara dalam bentuk rumah MOCAF ini sebagai pelopor hidup sehat dengan MOCAF. Selain memiliki manfaat kesehatan, konsumsi MOCAF juga sebagai upaya Muhammadiyah menciptakan kedaulatan pangan bagi bangsa Indonesia, dengan memanfaatkan potensi lokal.

“MPM dan Muhammadiyah secara nasional akan mensosialisasikan Rumah MOCAF Banjarnegara ini untuk diikuti Rumah MOCAF daerah lain sehingga menjadi pelopor kedaulatan pangan,” ungkap Haedar pada Ahad (21/4/2019).

Sementara itu, Muhammad Nurul Yamin Ketua MPM PP Muhammadiyah mengatakan, melalui diresmikannya Rumah MOCAF ini juga bisa dimanfaatkan sebagai wahana edukasi bagi masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dengan produk olahan yang berbahan baku MOCAF, sehingga kampanye kedaulatan pangan yang dilakukan oleh Muhammadiyah bisa dirasakan secara nasional.

 

Baca juga:

Gandeng Bimas Islam, Unilever Akan Gelar Program Bersih-Bersih 2200 Masjid Serentak di Seluruh Indonesia


Selaras dengan yang disampaikan Haedar Nashir, M Nurul Yamin mengaskan bahwa, diresmikannya Rumah MOCAF Banjarnegara ini sebagai penguatan ruh kedaulatan pangan dengan memanfaatkan potensi lokal, yaitu singkong. Petani singkong yang sering dipandang sebelah mata karena hasil tanaman mereka yang berupa singkong ketika musim panen harga nya selalu terjun bebas.

Maka dengan adanya Rumah MOCAF ini diharapkan bisa mendongkrak nilai ekonomis dan nilai guna singkong. Sehingga perekonomian petani singkong terangkat, serta memberikan varian baru jenis panganan yang berbahan dasar potensi pangan lokal.

“Ini merupakan salah satu langkah jihad kedaulatan pangan yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui MPM, sebagai upaya membantu kemandirian dan kedaulatan para petani, khususnya petani singkong.” Katanya

Selain itu, MOCAF juga bisa mempengaruhi kebijakan politik pangan karena dengan memanfaatkan potensi lokal yang jarang dilirik ini bisa menjadi subtitusi beberapa bahan pangan impor. Maka, jumlah impor pangan yang dilakukan oleh Pemerintah bisa ditekan. Jika dibandingkan dengan terigu yang terbuat dari gandum, MOCAF memiliki nilai lebih pada kesehatan. Karena tepung MOCAF tidak megandung gulaten yang sering menjadi penyebab munculnya beberapa jenis penyakit.

“Tetap dibutuhkan kebijakan politik yang memiliki keberpihakan terhadap panganan lokal, sehingga derajat panganan lokal terangkat, serta mengurangi tingkat ketergantungan terhadap impor panan asing,” pungkas Yamin. (hmz/muhammadiyah)

 

 

Baca juga:

Lazismu Lamongan Berikan Bantuan pada Pasien Penyakit Athresia Ani dengan Program One Click One Care

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store