:
:
News
Masjid Baitul Futuh London Gelar Aksi Berantas Radikalisme

gomuslim.co.id – Imam muda Masjid Baitul Futuh, Morden, London, Noor Hadi melakukan aksi ekstensiif dalam membrantas ekstremisme. Aksinya tersebut dilakukan dengan cara menerapkan program penjangkauan kaum muda untuk mencegah dalam mengikuti radikalisme dan budaya geng. Gerakan itu mengajarkan perdamaian, cinta dan harmoni serta pentingnya keadilan.

Menurutnya, ada sejumlah sebab atas kondisi terbentuknya geng radikalismee, pertama komunitasnya memiliki rasa kepemimpinan, tidak seperti komunitas Muslim lainnya.

“Kami memiliki pemimpin spiritual yang memimpin dengan memberi contoh,” kata Hadi dilansir di Standard.co.uk, Rabu (17/4/2019).

Kedua, komunitas itu memiliki organisasi pelengkap yang dibentuk untuk anak-anak sejak usia empat atau lima tahun hingga remaja. Organisasi itu ditujukan untuk laki-laki dan perempuan Muslim. Hal itu membuat seseorang tidak akan pernah menyakiti masyarakat, karena Muslim merasa menjadi bagian dari lingkungan itu.

 

Baca juga:

Siswi Muslimah Ini Menangkan Hadiah Princeton untuk Kampanye Anti Diskriminasi di AS


“Kami ingin mengingatkan mereka Islam mengajarkan perdamaian, dan ini adalah ajaran Islam yang sebenarnya. Saat ini, di London, anda lihat banyak kejahatan pisau dan budaya geng, dan saya pikir menjadi bagian dari komunitas ini mencegah banyak hal,” ujar Hadi.

Dia beranggapan, usia muda membuat seseorang ingin menjadi bagian dari kelompok yang lebih besar. Anak muda yang kesepian bisa menjadi mangsa terlibat dalam budaya geng yang menjauhkannya dari Tuhan.

Selain itu, Hadi mengatakan komunitas juga mengajarkan agar anggota menjadi warga negara setia di negara tempatnya tinggal. Hadi tertarik mengubah narasi seputar Islam yang memiliki pandangan negatif. Dia percaya media memiliki peran besar untuk menggerakkan sudut pandang seseorang tentang Islam. Dia beranggapan Iilamofobia berkembang pada lingkungan kelompok yang kurang terbuka pola pikirnya.

“Jika seorang anak diajarkan hal ini sejak usia sangat muda, tidak hanya dia mendengar ini terus-menerus, tetapi kami juga melibatkan mereka dalam komunitas. Tidak ada yang bisa menangkal dia, meskipun kita menjangkau banyak orang, dan itu menyedihkan, karena itu mengarah pada hal-hal seperti serangan Selandia Baru,” kata Hadi.

Hadi berperan sebagai jembatan untuk berdialog atau mencoba menjawab pertanyaan yang mungkin ditakuti orang-orang. Namun, salah satu tantangan terbesarnya adalah tidak bisa menunjukkan betapa indahnya Islam karena Hadi hanya menjawab stereotip negatif sepanjang waktu.

Sebagai informasi, pengurus masjid yang berdiri sejak 1889 itu bekerja sama dengan komunitas Islam dan generasi muda setempat, seperti kerja bakti, donor darah, dan penggalangan dana untuk Seruan Poppy. Masjid ini sudah menghabiskan 6,5 tahun di Jamia Ahmadiyya UK, yakni sebuah perguruan tinggi Islam yang dibangun khusus.

Terdapat komunitasnya memiliki 40 ribu anggota di Inggris. Dia membanggakan komunitasnya tidak pernah menjadi mangsa radikalisme atau ekstremisme atau melakukan tindakan terorisme. (hmz/Standard.co.uk)

 

 

Baca juga:

Halima Aden Luncurkan 27 Koleksi Hijab di Ajang Istanbul Modest Fashion Week 2019

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store