:
:
News
Hadapi Era Industri 4.0, Pesantren Dituntut Perkuat Pendidikan Agama Inklusif dan Bernilai Pluralis

gomuslim.co.id - Perkembangan teknologi kian menuntut semua sektor ikut andil, salah satunya dunia pesantren agar siap menghadapi era Industri 4.0. Karena itu, Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) turut mempersiapkan dan memfasilitasi. 

Direktur Jendral Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag, Kamaruddin Amin menyebutkan jika pondok pesantren tidak melibatkan diri di kontestasi zaman ini, peluang yang ada akan diambil alih kalangan lain. Padahal di era milenial saat ini, di samping butuh SDM profesional juga fondasi moral yang kuat. 

“Pesantren, selain melahirkan generasi bermoral juga harus berkompeten, dan santri pondok pesantrenlah yang pas memerankan lakon zaman tersebut," ujar Kamaruddin, Jumat (11/04/2019). 

Kamaruddin menambahkan, saat ini manusia hidup di dua dunia, yakni dunia virtual atau digital dan dunia riil atau realitas. Pola interaksinya juga sangat massif dan dinamis sehingga rentan dengan dampak negatif, meski banyak juga dampak positifnya. 

"Ruang publik alam virtual harus dikuasai generasi dengan basis pendidikan agama dan moralitas sehingga kontestasi dialektikanya bisa dimenangkan dan output-nya akan memberi pengaruh positif di tengah umat dan masyarakat," lanjutnya.

Menurutnya, salah satu penyebab tumbangnya negara-negara di Jazirah Arab (Arab Spring) karena ulama dan cendekiawan mereka terlalu larut mengabiskan waktunya berkutat di kampus dan meja akademik saja 

“Sementara area publik kosong dan diisi kelompok yang memiliki kepentingan negatif yang tidak segan-segan menggunakan bungkus agama sebagai alat propagandanya,” tandasnya.

Karena itu,  Indonesia yang dikenal memiliki watak beragama yang tawasuth, tasammuh, dan washatiyah (moderat) harus mewaspadai gejala global tersebut sehingga pertahanan terhadap ajaran umat kita di Indonesia kuat secara ideologis.

 

Baca juga:

Rohana Kudus, Muslimah yang Jadi Pionir Wartawan Perempuan Indonesia

 

Kamaruddin juga menyampaikan cara menjaga generasi ini adalah dengan memperkuat sistem pendidikan keagamaan yang inklusif dan berbasis nilai-nilai pluralitas. Sebagaimana yang telah diterapkan sejak dahulu oleh organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan (NW), dan Persatuan Islam. 

“Dalam, hal ini, pesantren juga harus mengembangkan keahlian yang dibutuhkan dunia modern, seperti bahasa asing, literasi digital, serta ilmu eksakta dan humaniora. Kemenag disebut berkomitmen kembangkan pondok pesantren agar terus maju dan berkembang,” tadasnya. (nat/rep/dbs/foto:nat)

 

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store